Suasana di kawasan Glodok Pancoran, Taman Sari, Jakarta Barat, benar-benar berbeda akhir pekan ini. Warna merah dan emas mendominasi pemandangan, sementara warga berduyun-duyun memadati jalan-jalan sempit. Mereka semua punya tujuan yang sama: menyambut perayaan Imlek 2026 dengan membeli berbagai pernak-pernik khas.
Sepanjang jalan, dari ujung ke ujung, dipenuhi lapak pedagang. Lampion-lampion digantung berjejer, memantulkan cahaya sore. Tidak hanya angpau, tapi juga baju bergambar kuda, lonceng emas kecil, hingga manekin neko si kucing emas pembawa hoki semuanya laris manis diburu pembeli.
Menurut sejumlah saksi, keramaian sudah terasa sejak pagi. Dan besok, diprediksi akan lebih padat lagi.
Salah satu pedagang yang sibuk melayani pembeli adalah Aman, pria 40 tahun yang khusus berjualan angpau dan aksesori keberuntungan lainnya. Wajahnya sumringah melihat antusiasme pengunjung.
"Ya ini rame, kan. Minggu, besok nih kayaknya lebih rame. Datengnya pagi, dari jam 07.00 jam 08.00. Jam 08.00 udah penuh orang,"
Katanya sambil menata ulang dagangannya. Dibanding hari biasa, omzetnya melonjak cukup signifikan. Dari sekian banyak barang yang dijual, tempelan kertas bertuliskan ‘cuan’ jadi primadona dan paling cepat habis. Sepertinya, harapan untuk rezeki berlimpah memang selalu jadi idaman banyak orang, terutama di tahun baru Imlek.
Nuansa festival begitu kental terasa. Di balik keriuhan transaksi jual-beli, ada semangat dan kegembiraan menyambut tradisi yang telah berumur ratusan tahun. Suasana seperti inilah yang hanya bisa ditemui setahun sekali, ketika Glodok berubah menjadi lautan merah dan emas.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi