Geger di Bandara Soetta: Wanita Nyamar Jadi Pramugari, Nekat Naik Pesawat
Publik dihebohkan oleh sebuah video yang beredar luas. Tampak seorang wanita dibekuk petugas di Bandara Soekarno-Hatta. Apa pasal? Dia ketahuan menyamar sebagai kru kabin atau pramugari Batik Air. Bahkan, dengan berani dia sempat naik pesawat menggunakan seragam palsu itu.
Identitas pelakunya kemudian terungkap, seorang wanita berinisial KN (23). Dalam video yang viral di Instagram @jabodetabek24info itu, penampilan KN benar-benar meyakinkan. Dia memakai seragam yang mirip sekali dengan pramugari, lengkap dengan koper dan name tag. Tak lupa, dia juga membawa kartu identitas sekolah pramugari Batik Air.
Lantas, bagaimana aksinya bisa ketahuan?
Semuanya berawal pada Selasa malam, 6 Januari 2026 lalu. Sekitar pukul delapan, seorang awak kabin asli mulai menaruh curiga. Matanya tertuju pada rok yang dikenakan KN. Coraknya terlihat aneh, sedikit berbeda dari seragam resmi.
"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda,"
Demikian penjelasan Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, seperti dikutip Kamis (8/1).
Kecurigaan itu langsung dilaporkan ke petugas keamanan bandara atau Avsec. Mereka pun segera memeriksa wanita tersebut. Hasilnya? Kedoknya terbongkar. KN sama sekali bukan karyawan atau bagian dari kru Batik Air. Dia langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.
"Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres,"
tambah Yandri.
Pemeriksaan polisi mengungkap fakta yang cukup mencengangkan. Ternyata, KN pernah mengikuti tes seleksi pramugari di maskapai tersebut. Sayangnya, dia gagal. Nahas, kegagalan inilah yang konon jadi pemicu aksi nekatnya.
Rasa malu karena tidak lolos seleksi, terutama di hadapan keluarga di Palembang, rupanya begitu membebani pikirannya. Alih-alih jujur, dia malah memilih untuk berakting. KN berpura-pura telah diterima bekerja. Untuk meyakinkan orang di rumah, dia membeli seragam tiruan, name tag, dan koper bermerk Batik Air dari pasar online.
Yang menarik, aksi penyamarannya ini sudah dia jalankan sejak dari kota asalnya. KN berangkat dari Palembang dengan sudah memakai seragam palsu itu. Rencananya, dia akan berganti pakaian begitu tiba di bandara. Tapi waktu keberangkatan ternyata mepet. Akhirnya, dengan nekat dia memutuskan untuk naik pesawat dan terbang ke Jakarta dengan tetap mengenakan seragam palsu tersebut.
"Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,"
beber Kompol Yandri.
"Jadi, kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,"
imbuhnya.
Meski viral dan sempat membuat geger, kasus ini ternyata tidak berujung panjang di ranah hukum. Polisi menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam tindakan KN. Pihak Batik Air sendiri, menurut Yandri, memilih jalan damai.
Maskapai tidak melakukan penuntutan. Sebagai gantinya, KN diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Semua atribut Batik Air yang dia pakai pun disita.
"Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,"
tandas Yandri.
KN pun akhirnya bersedia menandatangani pernyataan itu. Begitulah kisah penyamaran yang berakhir di kantor polisi, semua demi menutupi rasa malu karena gagal meraih cita-cita.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor