Rasa malu karena tidak lolos seleksi, terutama di hadapan keluarga di Palembang, rupanya begitu membebani pikirannya. Alih-alih jujur, dia malah memilih untuk berakting. KN berpura-pura telah diterima bekerja. Untuk meyakinkan orang di rumah, dia membeli seragam tiruan, name tag, dan koper bermerk Batik Air dari pasar online.
Yang menarik, aksi penyamarannya ini sudah dia jalankan sejak dari kota asalnya. KN berangkat dari Palembang dengan sudah memakai seragam palsu itu. Rencananya, dia akan berganti pakaian begitu tiba di bandara. Tapi waktu keberangkatan ternyata mepet. Akhirnya, dengan nekat dia memutuskan untuk naik pesawat dan terbang ke Jakarta dengan tetap mengenakan seragam palsu tersebut.
"Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya,"
beber Kompol Yandri.
"Jadi, kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta,"
imbuhnya.
Meski viral dan sempat membuat geger, kasus ini ternyata tidak berujung panjang di ranah hukum. Polisi menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam tindakan KN. Pihak Batik Air sendiri, menurut Yandri, memilih jalan damai.
Maskapai tidak melakukan penuntutan. Sebagai gantinya, KN diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Semua atribut Batik Air yang dia pakai pun disita.
"Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,"
tandas Yandri.
KN pun akhirnya bersedia menandatangani pernyataan itu. Begitulah kisah penyamaran yang berakhir di kantor polisi, semua demi menutupi rasa malu karena gagal meraih cita-cita.
Artikel Terkait
Ayah Prada Lucky Diamankan di Pelabuhan, Istri Laporkan KDRT
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri
Kritik Pedagang Telur Picu Gubernur Jabar Wajibkan Transparansi Anggaran di Medsos