Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar

- Selasa, 24 Februari 2026 | 16:40 WIB
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar

Kampus-kampus di Iran kembali memanas sejak akhir pekan lalu. Unjuk rasa mahasiswa, baik yang pro maupun antipemerintah, kembali menyala di awal semester baru. Menanggapi gelombang protes ini, pemerintah Teheran akhirnya angkat bicara. Mereka mengakui hak mahasiswa untuk berdemonstrasi, tapi dengan satu catatan besar: ada batasan yang tak boleh dilangkahi.

Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, menyebutnya sebagai "garis merah".

"Hal-hal sakral dan bendera merupakan dua contoh garis merah yang tidak boleh dilanggar," ujarnya, seperti dilaporkan AFP, Selasa lalu.

"Yang harus kita lindungi dan tidak boleh kita langgar atau menyimpang darinya, bahkan di tengah kemarahan."

Mohajerani sendiri mengakui kemarahan para mahasiswa itu bisa dimengerti. Menurutnya, mereka punya luka di hati dan telah menyaksikan pemandangan yang tentu saja mengusik pikiran. Namun begitu, semuanya harus tetap dalam koridor.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar