Polda Babel Sita 47 Kg Ketamin dan 7,9 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

- Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB
Polda Babel Sita 47 Kg Ketamin dan 7,9 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

Oleh: Eko Septianto Rasyim


Bangka Belitung – Angkanya sungguh mencengangkan. Selama tiga bulan pertama di tahun 2026, gempuran terhadap peredaran narkoba di Kepulauan Bangka Belitung menghasilkan catatan yang luar biasa. Barang bukti yang disita polisi mencapai puluhan kilogram, dengan ratusan orang sudah berstatus tersangka.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Babel, Kombes Pol Ronald C. Sipayung, operasi yang digelar sejak Januari hingga pertengahan April itu berhasil mengungkap 165 kasus. Dari situ, 206 orang dicokok. “Tersangka sebanyak 206 orang; 20 itu perempuan dan 186 itu laki-laki,” ujar Ronald, Kamis (16/4/2026).

Dia melanjutkan, “Dengan pengungkapan ini, kami berhasil menyita barang bukti kurang lebih 7,9 kilogram bruto sabu.”

Namun begitu, sabu bukan satu-satunya barang bukti yang mengisi gudang penyimpanan. Polisi juga mengamankan ganja seberat hampir 6 kilogram dan ribuan butir pil ekstasi. Yang bikin mata terbelalak adalah temuan ketamin. Jumlahnya fantastis: 47,1 kilogram. Menurut Ronald, ketamin sebanyak itu berhasil digulung dari pengungkapan di wilayah Belitung.

Di sisi lain, temuan dalam skala besar ini jelas menunjukkan sesuatu. Upaya penyelundupan narkoba ke wilayah kepulauan itu masih sangat gencar, menargetkan berbagai lapisan masyarakat. Jalur-jalur tikus di perairan dan daratan tampaknya masih jadi andalan para pengedar.

Pengungkapan ini bukan kerja satu dua orang. Hasilnya adalah buah dari kolaborasi solid antara Ditresnarkoba Polda Babel, Polresta Pangkalpinang, dan seluruh jajaran Polres di Bangka dan Belitung. Mereka bergerak cepat, menutup banyak celah.

Ke depan, langkah mitigasi akan diperketat. Pengawasan di pintu-pintu masuk, terutama jalur laut yang kerap dianggap ‘aman’ oleh sindikat, akan jadi fokus utama. Polda Babel bertekad mempersempit ruang gerak para bandar yang ingin mencemari Negeri Serumpun Sebalai dengan barang haram ini.

Prestasi triwulan pertama ini memang patut diapresiasi. Tapi, perang masih panjang. Tantangan berikutnya adalah memutus rantai pasokan hingga ke akarnya, agar angka penyitaan yang fantastis itu bisa benar-benar berarti bagi penurunan peredaran gelap narkotika di daerah ini.


Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar