Video Lawas Harrison Ford Marahi Menteri Soal Hutan Gundul Kembali Viral, Seperti Potret yang Tak Kunjung Usai

- Senin, 01 Desember 2025 | 18:45 WIB
Video Lawas Harrison Ford Marahi Menteri Soal Hutan Gundul Kembali Viral, Seperti Potret yang Tak Kunjung Usai

Nama Harrison Ford kembali mencuat di Indonesia. Bukan karena film terbarunya, melainkan karena sebuah video lawas yang tiba-tiba viral lagi. Dalam rekaman itu, aktor Hollywood itu terlihat kesal dan menegur seorang menteri kita soal hutan yang gundul.

Peristiwa itu terjadi belasan tahun lalu, tepatnya 2013. Tapi, rasanya seperti melihat potret yang masih relevan hari ini, terutama saat bencana banjir dan longsor melanda Sumatera akhir-akhir ini. Banyak yang bergumam, andai saja peringatan dari seorang pegiat lingkungan seperti Ford dulu ditanggapi lebih serius, mungkin keadaan tak separah ini.

Kala itu, Ford sedang berkunjung ke Indonesia. Apa yang dia lihat membuatnya prihatin. Lahan-lahan hijau berubah menjadi pucat. Dia pun mendapat kesempatan duduk berhadapan dengan Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan.

Wawancara berlangsung cukup tegang. Ford membuka pembicaraan dengan data keras: 80 persen hutan rusak dalam 15 tahun terakhir, didorong oleh eksploitasi bisnis dan politik. Tanggapan Zulkifli lebih banyak bicara soal perkembangan dan proses demokrasi Indonesia yang masih berjalan.

"Itu mungkin saja benar. Tapi Anda tahu kita baru berdemokrasi tetapi kita yakin kita akan mencapai titik seimbang dalam jangka panjang," kata Zulkifli.

Puncak ketegangan terjadi ketika Ford bercerita bahwa dia dan krunya telah menyaksikan langsung kerusakan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Melihat Zulkifli merespons dengan tawa, emosi Ford pun meledak.

"Ini tidak lucu. Tidak lucu. Hanya tersisa 18 persen. Kami melihat ada jalan-jalan baru, jalan ilegal, hutan ditebang, pohon-pohon tumbang, terbakar di mana-mana. Ini sangat menyedihkan, sangat memilukan melihatnya. Anda juga melihatnya. Apa yang sudah Anda lakukan?" hardik Ford.

Ekspresi sang menteri langsung berubah. Video itu, yang kini beredar luas lagi di media sosial, membuat banyak orang penasaran. Siapa sebenarnya Harrison Ford ini? Bagi yang belum tahu, dia bukan sekadar bintang film.

Profil: Dari Tukang Kayu Jadi Legenda Layar Lebar

Harrison Ford, lahir di Chicago 13 Juli 1942, adalah wajah yang sangat dikenal di dunia. Tapi jalan hidupnya tak mulus. Di sekolah dulu, dia bukan murid berprestasi dan juga tak tertarik pada olahraga.

Sebelum namanya bersinar, Ford menjalani hidup biasa. Dia pernah bekerja sebagai tukang kayu, sambil terus mengikuti audisi. Hingga suatu hari, nasib baik datang. Casting director Fred Roos memberinya peran di film "American Graffiti" (1973). Itulah pintu awalnya.

Karirnya benar-benar meledak saat dia memerankan Han Solo di "Star Wars: Episode IV - A New Hope" (1977). Setelah itu, deretan peran ikonik menyusul: Indiana Jones, Rick Deckard di "Blade Runner", hingga presiden pemberani di "Air Force One".

Di usianya yang sudah kepala delapan, Ford masih aktif. Dia kembali ke dunia Star Wars di "The Force Awakens" (2015), muncul di sekuel Blade Runner, dan bahkan baru-baru ini bergabung dalam jagat Marvel.

Pesan untuk Dua Aktor Indonesia

Tiga tahun setelah insiden wawancara viral itu, Ford kembali ke Indonesia. Kali ini untuk syuting "Star Wars: The Force Awakens". Di sela-sela produksi, dia menyempatkan diri bertemu dengan dua aktor laga Indonesia, Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhiyan.

Percakapan mereka tak cuma soal akting. Menurut Yayan, Ford banyak bercerita dan berbagi pengalaman.

"Kebetulan, sebelum kami shooting itu, Harrison Ford juga baru saja datang ke Indonesia. Dia banyak ngobrol dengan kami soal Indonesia, sharing," ucap Yayan.

Cecep punya cerita serupa. Obrolan selama setengah jam itu juga menyentuh hal lain yang dekat di hati Ford: lingkungan.

"Selain tentang film, kami ngobrol hal lain juga. Harrison Ford pernah ke Indonesia karena dia kan duta lingkungan. Dia sampaikan agar kami dan masyarakat Indonesia memperhatikan lingkungan," tutur Cecep.

Jadi, begitulah. Di balik sosoknya sebagai bintang film legendaris, ternyata ada kepedulian yang mendalam. Sebuah pesan yang dia sampaikan, baik kepada pejabat tinggi maupun sesama artis, dengan cara yang berbeda.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar