Dalam keadaan terpojok dan nyawanya terancam, naluri bertahan hidup Paternus muncul. Dia mengambil parang dan membalas serangan. Pertahanan itu berhasil mengenai si anak. Bahu kiri, lengan, pergelangan tangan, dan leher Elifas tak luput dari sabetan parang. Pertarungan sengit antara darah daging sendiri akhirnya berhenti hanya ketika tenaga mereka habis. Keduanya terjatuh, tak berdaya, dengan luka yang sangat parah.
Laporan segera masuk ke Tim Patroli Elang. Hanya dalam hitungan menit, tepatnya pukul 19.40 WIT, petugas sudah tiba di lokasi. Mereka langsung bertindak cepat, mengevakuasi kedua pria yang sudah tak berdaya itu ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan medis darurat.
Kapolsek Agats, Ipda Arnold Yansen Wambrauw, memberikan konfirmasi pada Kamis (9/4).
Sampai berita ini diturunkan, Paternus dan Elifas masih terbaring di rumah sakit, menjalani perawatan intensif. Kondisi mereka dikabarkan masih kritis. Sementara itu, penyelidikan polisi terus berjalan. Motif dan pemicu perseteruan berdarah antara ayah dan anak ini masih didalami, mencoba mencari titik terang di balik tragedi yang menyayat hati ini.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen