Ekonom: Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah

- Jumat, 10 April 2026 | 10:15 WIB
Ekonom: Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah

Tapi jangan salah, ancaman kenaikan suku bunga masih nyata. The Fed tetap waspada kalau inflasi bandel dan nggak mau turun ke target. Mayoritas anggota FOMC menilai risiko inflasi tinggi masih mengintai.

Dan konflik Timur Tengah ini memperburuk semua itu.

“Konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga energi yang lebih persisten,” jelas Josua.

“Biaya input yang melambung bisa menekan inflasi inti, situasinya jadi rumit.”

Dengan mempertimbangkan semua faktor tadi, perkiraan untuk rupiah ke depan cukup berhati-hati. Josua memproyeksikan mata uang kita akan bergerak dalam kisaran yang cukup luas, antara Rp17.000 hingga Rp17.125 per dolar AS. Semuanya kembali pada bagaimana ketegangan global ini berkembang dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar