Publik Lebih Fokus pada Tindakan Prabowo Terhadap "Geng Solo" Daripada Gimmick Mr J di PSI
Dengan berakhirnya masa kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) dan dimulainya era kepemimpinan baru Prabowo Subianto, berbagai strategi untuk menghidupkan kembali pengaruh era Jokowi dinilai akan sulit berhasil.
Salah satu strategi yang menjadi sorotan adalah pengangkatan sosok misterius "Mr J" sebagai Ketua Dewan Pembina PSI untuk periode 2025-2030. Meski identitasnya masih dirahasiakan partai pimpinan Kaesang Pangarep ini, sosok tersebut seolah digiring merujuk pada Jokowi.
Menurut Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, publik dinilai sudah tidak mempan lagi dengan berbagai gimmick. Manuver Jokowi untuk membranding PSI dengan gimmick Mr J disebutnya tidak akan laku di tengah beban utang dan tekanan ekonomi yang dihadapi rakyat.
Alih-alih tertarik pada gimmick tersebut, Muslim membaca gelagat bahwa publik justru lebih fokus dan menaruh harapan pada langkah Presiden Prabowo untuk membersihkan kabinet dari orang-orang dekat Jokowi yang kerap disebut "Geng Solo".
Langkah nyata yang telah dilakukan Prabowo adalah dengan memecat loyalis Jokowi, Budi Arie Setiadi, dari posisi Menteri Koperasi. Nama Budi Arie sendiri kerap disorot dan dikaitkan dengan kasus judi online dalam persidangan.
Muslim Arbi menegaskan bahwa rakyat lebih tertarik dan menunggu tindakan Presiden Prabowo untuk menumpas pejabat yang terkait dengan "Geng Solo". Isu ini dinilai lebih trending dan penting bagi publik daripada gimmick misteri Mr J yang dianggap sebagai upaya mengelabui masyarakat.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo