Isu kenaikan harga BBM bersubsidi sempat ramai lagi belakangan ini. Tapi, pemerintah punya jawaban yang cukup tegas: harga itu bakal dipertahankan sampai akhir 2026. Komitmen ini bukan sekadar wacana, melainkan didasari oleh perhitungan kondisi fiskal yang menurut mereka masih aman untuk menyangga beban subsidi energi.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menegaskan hal itu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Memang, ada analisis dari sejumlah kalangan yang menyarankan penaikan harga. Namun begitu, Misbakhun menyoroti bahwa analisis tersebut mungkin kurang mengikuti perkembangan data terbaru.
Intinya, pemerintah merasa punya dasar yang kuat. Menurut kalkulasi Kementerian Keuangan yang dipaparkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, ketahanan APBN masih kokoh. Bahkan, anggaran negara diyakini mampu menanggung subsidi meskipun harga minyak dunia melonjak ke level 100 dolar AS per barel. Ini tentu jadi angin segar untuk meredam kekhawatiran yang beredar.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Mohammad Riza Chalid Tersangka Kedua untuk Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak
PBNU Dukung Larangan Vape Jika Terbukti Jadi Alat Peredaran Narkoba
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan