Rosan Roeslani, sang CEO Danantara, baru-baru ini membongkar rencana perusahaan. Ada enam proyek hilirisasi yang ditargetkan mulai groundbreaking atau pemancangan tiang pertama, pada bulan ini juga. Proyek-proyek ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari mineral hingga peternakan.
Menariknya, keenam proyek itu tak cuma terpusat di satu lokasi. Menurut Rosan, mereka akan dikembangkan di beberapa wilayah yang berbeda-beda.
“Nah, keenam proyek hilirisasi itu meliputi bauksit, alumina, dan aluminium. Makanya tadi saya sempat singgung soal Kalimantan Barat, karena selain klien kami, ada tiga proyek lagi di sana. Investasinya sekitar USD 2,8 miliar. Lalu ada investasi di Cilacap, di Banyuwangi untuk bioavtur, dan juga proyek hilirisasi peternakan,” jelas Rosan.
Pernyataan itu dia sampaikan di Kantor Kementerian Investasi atau BKPM, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Khusus untuk sektor peternakan, Rosan punya target yang lebih besar. Sejatinya, dia mengincar 13 daerah. Namun untuk saat ini, baru lima daerah yang proses studi kelayakan atau feasibility study-nya sudah rampung.
“Detail lengkapnya akan kami sampaikan kemudian,” tambahnya singkat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah lebih dulu mengisyaratkan hal serupa. Dia menyebut ada 6 hingga 11 proyek hilirisasi yang sedang dikaji Danantara dan akan segera dimulai. Angkanya tak main-main, total investasinya mencapai USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.
“Dalam beberapa minggu ke depan, kita akan memulai. Kami harap minimal 6 proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya kurang lebih 6 miliar dolar,” ungkap Prabowo saat meresmikan RDMP Balikpapan.
Meski butuh modal besar, Prabowo tampak optimistis. Dengan pengelolaan yang baik, tujuan hilirisasi Indonesia dinilainya bisa tercapai.
Di sisi lain, Danantara sendiri saat ini masih sibuk. Mereka tengah menguji kelayakan untuk 18 proyek hilirisasi lainnya. Rosan juga yakin Indonesia akan kebanjiran investasi asing untuk mendukung proyek-proyek semacam ini. Pasalnya, proses industrialisasi yang dibutuhkan negeri ini, menurutnya, memakan waktu 10 sampai 20 tahun bahkan bisa lebih cepat jika semua berjalan mulus.
Artikel Terkait
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah
PT Adhi Kartiko Pratama Ambil Pinjaman Rp100 Miliar dari Bank UOB
Analis Prediksi IHSG Lanjutkan Koreksi, Waspadai Level Support 7.712
PT Surya Permata Andalan Resmi Berganti Nama Jadi Olympus Strategic Indonesia