“Kedua gagasan ini harus kita koneksikan. Tujuannya jelas, agar kita bisa mengisi pasar tenaga kerja di luar negeri dengan lebih baik. Kerja sama ini akan menghasilkan talenta global yang tidak hanya bertambah jumlahnya, tapi juga kualitasnya mumpuni,” papar Dwi Setiawan.
Di sisi lain, peran lulusan perguruan tinggi dinilai sangat krusial. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, menekankan bahwa mereka adalah penggerak ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Ketika lulusan terserap pasar kerja, otomatis ekonomi keluarga mereka membaik. Pada gilirannya, ini akan menyumbang pada perbaikan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” ujar Khairul.
Tapi tentu, persiapan tidak bisa setengah-setengah. Dari sisi akademik, penyesuaian kurikulum menjadi kunci. Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek, menegaskan perlunya melibatkan dunia industri dalam menyusun standar pembelajaran.
“Standarisasi harus melibatkan pemangku kepentingan, yaitu industri dan dunia usaha. Outcome-nya, lulusan harus mampu mengerjakan detail pekerjaan yang dibutuhkan. Tugas pendidik adalah memastikan lulusannya bisa bekerja dengan cepat. Ini menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk menghasilkan lulusan dengan tingkat kebekerjaan tinggi,” jelas Beny.
Pada akhirnya, penguatan CDC diharapkan bisa melampaui fungsi awalnya sebagai sekadar layanan karier. Ia harus bertransformasi menjadi pusat pengembangan kompetensi global bagi mahasiswa dan alumni. Kampus pun didorong untuk membangun pusat keberkerjaan luar negeri yang terintegrasi.
Dengan langkah-langkah konkret ini, harapannya jelas: tenaga kerja Indonesia tak hanya siap bersaing secara profesional, tetapi juga mampu mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan pasar global yang terus membesar. Momentum bonus demografi ini tidak boleh terlewat begitu saja.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Godok Koneksi MRT dan KRL Listrik untuk Revitalisasi Kota Tua
Wamendagri: Dai dan Ulama Diharapkan Jadi Penggerak Sosial di Wilayah Perbatasan
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM