Pagi itu, jalanan Jakarta sudah mulai ramai. Tepat pukul 05.40 WIB, sebuah truk melaju di Jalan Casablanca, Tebet. Tiba-tiba, kendaraan besar itu menabrak pembatas jalan beton di depan TPU Menteng Pulo. Suaranya keras, dan barier beton itu pun berserakan di tengah jalan.
AKBP Ojo Ruslani dari Ditlantas Polda Metro Jaya mengonfirmasi kejadian ini. Menurutnya, ini murni kecelakaan tunggal.
"Sesampainya di TKP, tepatnya depan TPU Menteng Pulo, menabrak beton pembatas (barrier) jalan yang berada di tengah. Akibat dari laka lantas tersebut kendaraan mengalami kerusakan," ujarnya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meski begitu, sopir truk bernama R masih diperiksa polisi untuk mengungkap penyebab pastinya. Apa karena ngantuk, atau mungkin ada masalah teknis pada kendaraannya.
Dampaknya? Macet Parah Berjam-jam
Akibat tabrakan itu, lalu lintas langsung tersendat. Barrier yang berserakan memaksa kendaraan melambat. Kemacetan pun mengular ke sejumlah ruas jalan lain, merusak rencana banyak orang yang berharap sampai kantor tepat waktu.
Ambil contoh Zidan. Pria yang berdomisili di Kampung Melayu ini sengaja berangkat lebih pagi, pukul 06.20 WIB, untuk menghindari macet dan mengejar meeting. Rutenya lewat Tebet menuju Semanggi. Biasanya, perjalanan cuma makan waktu 20-30 menit.
"Karena emang rute itu langganan macet, jadinya saya jalan jam segitu," katanya.
Tapi hari ini berbeda. Dari flyover Kampung Melayu saja, laju kendaraannya sudah tersendat. Baru sampai di flyover Casablanca, dia sudah menghabiskan waktu 35 menit. Dari atas motor, ia melihat sumber masalahnya: truk yang menabrak pembatas jalan.
"Kondisi jalanan masih banyak pembatas jalan yang berserakan sehingga banyak mobil yang harus jalan pelan-pelan karena pembatas jalan tersebut menghalangi jalan menuju underpass Kuningan," cerita Zidan.
Alhasil, ia baru tiba di kantor pukul 07.35 WIB. Perjalanan yang seharusnya singkat itu membengkak jadi 1 jam 15 menit. "Berasa capek banget tadi pagi itu," keluhnya. Untungnya meeting belum dimulai.
Nasib serupa dialami Nico Ramadhan. Berangkat dari Cipinang pukul 06.00 WIB, perjalanannya ke Kuningan jadi dua kali lipat lebih lama. Biasanya cuma 20 menit, kini membengkak jadi 40 menit lebih. Dan itu masih tergolong cepat.
"Teman 1 divisi aja dari Bekasi ke kantor sampai 2,5 jam," imbuh Nico. Rupanya, insiden pagi itu efeknya berantai. Kemacetan yang biasanya hanya terkonsentrasi di titik tertentu, kali ini menjalar jauh, mengubah pagi banyak pekerja ibukota jadi berantakan.
Artikel Terkait
Wamenkum: Polantas Wajib Utamakan Empati dan Keadilan Restoratif dalam Penegakan Hukum
Ibu Rumah Tangga Tewas di Hotel Batu Bara, Teman Kencan Jadi Tersangka
KPK Usul Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Maksimal Dua Periode
KPK Periksa Khalid Basalamah soal Pengembalian Dana dan Forum SATHU dalam Kasus Korupsi Kuota Haji