Milan, April 2026. Panggung desain global akan kembali ramai. Di tengah hiruk-pikuk Salone del Mobile, sebuah paviliun bertajuk "House of Indonesia" akan berdiri, membawa karya 13 brand desain tanah air. Inilah langkah nyata Indonesia Design District (IDD) PIK 2 untuk memperluas eksposur para desainer lokal di kancah internasional.
Menurut Ipeng Widjojo, CEO IDD PIK 2, partisipasi ini bukan sekadar pameran biasa. Ini adalah bagian dari visi yang lebih besar.
Ia menambahkan, IDD ingin membangun jaringan yang utuh. Bukan cuma memajang karya, tapi juga menghubungkan semua mata rantai: dari desainer, brand, hingga pihak manufaktur. Tujuannya satu: agar mereka tangguh bersaing di pasar global.
Nah, Salone del Mobile sendiri bukan ajang sembarangan. Ini adalah pameran furnitur dan desain terbesar di dunia, magnet bagi desainer, brand ternama, dan arsitek dari berbagai penjuru. Di situlah IDD Pavilion akan hadir dengan konsep ekosistem terintegrasi.
Proses pemilihan 13 brand yang tampil tidak dilakukan asal-asalan. Alvin Tjitrowirjo, sang kurator, menjelaskan strateginya adalah mencari variasi.
Artikel Terkait
Banding Ditolak, Leicester City Tetap Terancam Degradasi Usai Potongan Poin
Kejati DKI Geledah Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Dana APBN
Pelaku Pencabulan Anak di Tangerang Selatan Ditangkap Setelah Setahun Buron
TNI AU Gelar Upacara Peringatan 80 Tahun di Lanud Sultan Hasanuddin