Dunia tanpa batasan nuklir? Itulah skenario yang mulai dipersiapkan Moskow. Pasalnya, perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat, New START, tinggal menghitung hari menuju berakhirnya.
Perjanjian penting ini lahir di era yang berbeda. Kala itu, tahun 2010, Presiden Rusia masih dipegang Dmitry Medvedev, sementara di Washington, Barack Obama yang memimpin. Keduanya menandatangani The Treaty between the United States of America and the Russian Federation on Measures for the Further Reduction and Limitation of Strategic Offensive Arms nama panjang yang biasa kita kenal sebagai New START.
Mulai berlaku setahun kemudian, tepatnya 5 Februari 2011, inti perjanjian ini memberi waktu tujuh tahun bagi kedua adidaya untuk memangkas arsenal mereka. Targetnya harus tercapai pada Februari 2018, dan setelah itu, angka-angka itu harus dipertahankan selama perjanjian masih berlaku.
Dan memang, kedua negara berhasil memenuhi komitmen itu tepat waktu. Mereka berhasil menekan jumlah persenjataan strategis mereka di bawah ambang batas yang disepakati.
Artikel Terkait
Iran Buka Pintu Negosiasi untuk Kapal Jepang dan Korea Selatan di Selat Hormuz
Warga Iran Rayakan Idulfitri di Tengah Situasi Perang, Menteri Ucapkan Terima Kasih atas Solidaritas Asia Tenggara
BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat hingga Petir di Hari Kedua Lebaran 2026
Estimasi Pajak Tahunan Honda Vario 125 Street di Jakarta Capai Rp 369 Ribu pada 2026