Soal tampilan fisik paviliun, Santi Alaysius dari Domisilium Studio yang bertanggung jawab. Desain interiornya dirancang untuk menonjolkan eksplorasi material dan narasi visual, mencerminkan semangat kolaborasi ekosistem desain kita.
Selain paviliun utama, ada juga platform untuk desainer muda, SaloneSatellite. Beberapa nama seperti Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret akan unjuk gigi di sana. IDD turun tangan membantu mengurus pengiriman karya mereka ke Milan.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah. Sabar Norma Megawati Panjaitan, Direktur Arsitektur dan Desain Kemenparekraf, menyatakan kebanggaannya.
Dukungan memang datang dari berbagai lini. Tak hanya Kemenparekraf, tapi juga Kementerian Perdagangan, IDDC, ITPC Milan, hingga KBRI di Roma. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan semua pihak.
Harapannya jelas. Keikutsertaan di ajang bergengsi ini bukan titik akhir, melainkan pintu pembuka. Pintu menuju peluang kolaborasi baru dan penguatan posisi Indonesia di peta desain dunia. April depan, mata dunia akan tertuju ke Milan. Dan Indonesia siap menunjukkan warnanya.
Artikel Terkait
Banding Ditolak, Leicester City Tetap Terancam Degradasi Usai Potongan Poin
Kejati DKI Geledah Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Dana APBN
Pelaku Pencabulan Anak di Tangerang Selatan Ditangkap Setelah Setahun Buron
TNI AU Gelar Upacara Peringatan 80 Tahun di Lanud Sultan Hasanuddin