Lalu, apa artinya buat pelaku usaha? Terutama UMKM. Dengan tenggat wajib halal Oktober 2026 yang kian dekat, kehadiran layanan ini bisa jadi solusi. KAI Logistik berperan memastikan rantai distribusi bukan jadi titik lemah yang bikin usaha kecil gagal memenuhi standar pemerintah.
Secara teknis, sertifikat bernomor ID00410018283070424 itu resmi keluar pada 11 Maret 2026. Prosesnya tentu tidak instan. Audit ketat oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) PT Sucofindo digelar akhir Februari lalu. Mereka memeriksa segalanya: penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), prosedur penanganan bahan, sampai fasilitas pencucian di layanan retail. Intinya, semua dicek biar operasional di lapangan benar-benar sesuai aturan.
Di lapangan, standarnya ketat. Pemisahan mutlak dilakukan untuk mencegah kontaminasi silang dengan barang reguler atau kiriman hewan. Caranya? Setiap paket halal dapat label khusus. Barang-barang itu lalu dikelompokkan eksklusif di area penyimpanan tertentu.
jelas Yuskal lagi.
Pemilihan Jakarta, Semarang, dan Surabaya sebagai pilot project pun punya alasan. Aktivitas distribusi di ketiga kota itu sangat tinggi, dan mereka adalah simpul logistik utama di Pulau Jawa. Dengan layanan halal di titik-titik strategis ini, harapannya bisa turut mendorong geliat ekonomi syariah di sekitarnya.
Ke depan, rencananya akan ada evaluasi dan perluasan jangkauan ke titik distribusi lain. Visinya jelas: menghadirkan layanan logistik yang tak cuma tepat waktu dan efisien, tapi juga terjamin kualitasnya sampai ke ujung rantai.
Artikel Terkait
MRT Istora Mandiri Gelap Sesaat Usai Pemadaman Listrik, Operasional Tetap Normal
Listrik PLN Padam, Operasional KRL di Stasiun Duri Tetap Normal
Gubernur DKI Tegaskan IKJ Tak Pindah dari Cikini, Siapkan Ruang Kreatif di Kota Tua
Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral ke Peserta Unjuk Rasa di Monas