Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral ke Peserta Unjuk Rasa di Monas

- Kamis, 09 April 2026 | 20:30 WIB
Polisi Bagikan Roti dan Air Mineral ke Peserta Unjuk Rasa di Monas

Suasana di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis sore itu, tampak ramai namun tertib. Sekelompok massa dari organisasi mahasiswa Islam tengah menggelar unjuk rasa. Aksi yang berlangsung sejak siang itu akhirnya berakhir dengan kondisi yang kondusif, tanpa ada insiden yang berarti.

Yang menarik perhatian, pendekatan aparat kepolisian dalam mengamankan aksi ini terasa berbeda. Alih-alih sekadar berjaga, para personel justru terlihat membagikan roti dan air mineral kemasan kepada para peserta. Roti dan botol air itu dibagikan sebagai bentuk kepedulian, khususnya kepada massa yang datang dari Pimpinan Pusat Perisai Syarikat Islam dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, menjelaskan filosofi di balik langkah ini. Baginya, pengamanan bukan cuma soal menjaga ketertiban. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pelayanan Polri kepada warga yang sedang menyuarakan aspirasinya.

"Polda Metro Jaya hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dalam setiap pengamanan aksi, kami menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan, pendekatan humanis, serta komunikasi yang baik dengan peserta aksi,"

Ucap Reynold dalam keterangannya, Kamis (8/4/2026).

Menurut pantauan di lapangan, aksi yang diikuti sekitar 50 orang ini diawaki oleh 157 personel kepolisian. Jumlah yang cukup besar, memang. Tapi rupanya, itu semua untuk memastikan segala sesuatunya berjalan mulus.

Dan hasilnya? Massa membubarkan diri dengan tertib. Reynold menegaskan, situasi tetap aman dan terkendali dari awal hingga akhir.

Di sisi lain, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban bagi siapa pun yang hendak menyampaikan pendapat di ruang publik. Masyarakat juga diimbau untuk menghubungi call center 110 Polri jika memerlukan bantuan. Sebuah penutup yang sederhana, untuk sebuah aksi yang berjalan damai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar