FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Penentu Masa Depan John Herdman di Timnas Indonesia

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ujian Penentu Masa Depan John Herdman di Timnas Indonesia

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang penentu bagi masa depan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Setelah gagal membawa Skuad Garuda lolos dari fase grup Piala AFF 2026, pelatih asal Inggris itu kini menghadapi tuntutan yang jauh lebih besar. Dengan kemungkinan tampil menggunakan kekuatan terbaik, target juara menjadi harga yang sulit ditawar.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026 ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk bangkit sekaligus membuktikan kualitas skuad terbaiknya. Kegagalan di Piala AFF 2026 membuat tekanan terhadap Herdman meningkat. Indonesia hanya finis di posisi ketiga Grup A dengan mengoleksi tujuh poin. Skuad Garuda membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor Leste, namun performa tersebut merosot pada dua pertandingan terakhir. Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam sebelum bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke semifinal.

Kali Ini Herdman Bisa Turunkan Skuad Terbaik

Salah satu alasan kegagalan Indonesia di Piala AFF adalah absennya sejumlah pemain utama. Piala AFF 2026 tidak berlangsung dalam kalender FIFA sehingga klub tidak memiliki kewajiban melepas pemain. Akibatnya, pemain-pemain penting seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Emil Audero tidak memperkuat Skuad Garuda. Situasi tersebut berpotensi berubah di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini berlangsung dalam periode kalender FIFA sehingga Herdman berpeluang memanggil pemain-pemain terbaik Indonesia.

Para pemain naturalisasi yang sebelumnya absen juga berpeluang kembali memperkuat tim. Kondisi tersebut membuat alasan mengenai keterbatasan pemain menjadi semakin kecil. Jika seluruh pemain tersedia, Herdman memiliki kesempatan untuk menunjukkan seperti apa sebenarnya kekuatan Timnas Indonesia yang dia bangun. Dan di titik inilah tekanan terhadap pelatih asal Inggris tersebut akan semakin besar.

Target Juara Sudah Ditegaskan PSSI

PSSI sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap target Herdman untuk membawa Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa federasi akan mendukung target yang ditetapkan masing-masing pelatih. Kondisi itu sekaligus memberikan gambaran bahwa FIFA ASEAN Cup bukan sekadar turnamen untuk mencoba pemain. Indonesia datang sebagai tuan rumah dan memiliki kesempatan tampil dengan kekuatan terbaik. Target juara pun menjadi tolok ukur penting bagi Herdman.

Jika berhasil membawa Indonesia menjadi juara, kegagalan di Piala AFF bisa dianggap sebagai bagian dari proses pembangunan tim. Sebaliknya, apabila kembali gagal dengan skuad terbaik, posisi Herdman tentu berpotensi mendapat tekanan lebih besar.

Vietnam Menunggu Kekuatan Terbaik Indonesia

Menariknya, Vietnam justru melihat kekuatan terbaik Indonesia sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka. Media Vietnam, Soha, menilai Indonesia dengan skuad terbaik dapat menjadi tolok ukur penting bagi pelatih Kim Sang-sik. Menurut Soha, pertandingan melawan Indonesia bisa memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Hal tersebut penting bagi Vietnam yang sedang mempersiapkan tim untuk menghadapi agenda yang lebih besar, termasuk Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.

Indonesia sendiri berada di Grup A bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Vietnam berada di Grup B bersama Pakistan, Thailand, dan Filipina. Jika kedua negara mampu melewati fase grup, peluang terjadinya duel Indonesia versus Vietnam kembali terbuka. Pertemuan tersebut bahkan berpotensi menjadi pertandingan paling dinantikan di turnamen.

Herdman Harus Membuktikan Diri

FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi kesempatan kedua bagi Herdman untuk membuktikan proyeknya bersama Timnas Indonesia. Piala AFF memberikan gambaran bahwa Indonesia mampu tampil dominan ketika menghadapi lawan yang berada di bawahnya. Namun, ketika berhadapan dengan lawan yang lebih terorganisasi, persoalan efektivitas dan konsistensi masih terlihat. Kekalahan 0-3 dari Vietnam menjadi alarm. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura juga menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mengontrol pertandingan ketika berada dalam tekanan untuk meraih kemenangan.

Karena itu, FIFA ASEAN Cup harus menjadi panggung pembuktian. Dengan kemungkinan hadirnya pemain-pemain terbaik, Herdman tidak hanya dituntut memperbaiki hasil, tetapi juga menunjukkan identitas permainan yang lebih jelas.

Harus Juara?

Tekanan terhadap Herdman tentu tidak serta-merta berarti dia pasti dipecat jika gagal menjadi juara. Namun, posisi pelatih akan semakin sulit jika Indonesia kembali gagal mencapai target dengan kondisi skuad yang jauh lebih lengkap. Apalagi, FIFA ASEAN Cup berlangsung tidak lama setelah kegagalan di Piala AFF. Artinya, turnamen ini akan menjadi ujian langsung terhadap kemampuan Herdman melakukan evaluasi dan memperbaiki kelemahan tim.

Jika Indonesia mampu menjadi juara, Herdman memiliki modal kuat untuk melanjutkan proyeknya. Namun jika kembali gagal, pertanyaan mengenai masa depannya di kursi pelatih Timnas Indonesia akan semakin sulit dihindari. FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya bukan sekadar kesempatan bagi Indonesia untuk mengejar trofi. Bagi John Herdman, turnamen ini bisa menjadi panggung pembuktian sekaligus pertaruhan karier.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags