Menteri PPPA Kunjungi Korban Ledakan SMA 72 di RS Yarsi, Kondisi Mulai Membaik

- Sabtu, 08 November 2025 | 20:12 WIB
Menteri PPPA Kunjungi Korban Ledakan SMA 72 di RS Yarsi, Kondisi Mulai Membaik

Menteri PPPA Kunjungi Korban Ledakan SMA 72 di RS Yarsi, Kondisi Mulai Membaik

Menteri Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan ke korban ledakan SMA 72 yang dirawat di RS Yarsi Jakarta. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya beliau juga menjenguk korban di RS Islam Cempaka Putih.

Kondisi Korban Ledakan SMA 72 di RS Yarsi

Di RS Yarsi, Menteri Arifa menyampaikan bahwa kondisi para korban ledakan sudah menunjukkan perkembangan positif. Terdapat 15 korban yang masih menjalani perawatan, dengan satu orang di antaranya berada di ruang ICU akibat luka yang cukup serius.

Semangat Solidaritas Korban Ledakan

Menteri Arifa mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat dan solidaritas para siswa korban ledakan. "Saya pikir ini solidaritas yang luar biasa, kebersamaan yang luar biasa. Ketika sakit pun mereka saling men-support," ujarnya di RS Yarsi, Jakarta, Sabtu (8/11).

Ia juga menceritakan bagaimana para siswa tetap menjaga semangat dengan mengobrol bersama sambil membawa infus sebagai bentuk healing agar tidak terus mengingat kejadian traumatis tersebut.

Korban Tetap Semangat Belajar Meski Cedera

Kisah inspiratif datang dari salah satu korban yang bahkan sebelum tindakan operasi sempat bertanya tentang durasi operasi karena ingin mengikuti bimbingan belajar persiapan masuk universitas. "Jadi dalam kondisi seperti itu semangatnya masih luar biasa," tutur Menteri Arifa.

Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan

Menurut Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, mayoritas korban masih mengeluhkan gangguan pendengaran akibat suara keras ledakan. "Kita akan review rencana sampai hari Senin dan akan ada pemeriksaan tambahan untuk memastikan tingkat gangguan pendengaran yang diderita," jelasnya.

Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk menilai tingkat keparahan gangguan pendengaran pada masing-masing korban ledakan SMA 72 tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar