Keberhasilan WFH, lanjutnya, sangat bergantung pada pemimpin satuan kerja. Mereka harus jadi contoh, menjaga ritme, dan memastikan target output tercapai. Para pegawai pun diminta mempersiapkan ekosistem kerja digital yang mumpuni.
“Kita minta kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial mempersiapkan ekosistem kerja digital yang presisi, memudahkan, dan terintegrasi,” kata Gus Ipul.
Semua langkah ini, pada akhirnya, bermuara pada satu slogan: Kemensos Hemat, Layanan Hebat.
Selain delapan pesan inti tadi, ada sejumlah instruksi praktis. Seluruh unit kerja diminta memilih perjalanan dinas yang benar-benar prioritas. Rapat dan kegiatan dinas dioptimalkan secara daring. Penggunaan kendaraan dinas juga dihemat, dengan beralih ke kendaraan listrik.
Tak cuma itu, penggunaan energi seperti listrik, gas, dan air di kantor harus lebih bijak. Untuk tugas kedinasan, transportasi umum jadi pilihan utama.
Targetnya ambisius: setiap instansi diharapkan bisa memangkas perjalanan dinas dalam negeri 50 persen dan luar negeri 70 persen. Tapi Kemensos sendiri tampaknya lebih radikal. Mereka bertekad mengurangi perjalanan luar negeri hingga 100 persen alias nol sama sekali.
“Kementerian Sosial secara khusus mengambil keputusan, kita tidak akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Artinya untuk perjalanan ke luar negeri kita nol persen,” tegas Gus Ipul.
Acara apel pagi itu turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, seperti Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Robben Rico, serta para direktur jenderal dan pejabat eselon madya lainnya. Mereka semua menyimak, menyambut era baru dengan serangkaian aturan yang kalau diterapkan betul bisa mengubah wajah kementerian ini.
Artikel Terkait
H-851, Tongkang Tanpa Mesin Terbesar di Dunia, Pertahankan Gelar hingga 2026
Comeback Curry Capai 9.000 Field Goals, Warriors Tetap Tumbang dari Rockets
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan