Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

- Selasa, 07 April 2026 | 04:15 WIB
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

Hujan deras mengguyur kawasan Bandara Soekarno-Hatta siang tadi, Senin (6/4/2026). Gara-gara hujan lebat yang disertai angin kencang itu, atap di area Boarding Lounge Gate 7, Terminal 3, mendadak jebol. Kejadiannya cuma sekitar lima menit, tapi cukup bikin was-was.

Petugas operasional langsung sigap. Mereka membersihkan lokasi dan membatasi area yang terdampak. "Kondisi bisa segera dikendalikan," kata Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, lewat keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan, meski atap bermasalah, fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron semuanya baik-baik saja. Tidak ada genangan yang bisa mengganggu pergerakan pesawat. Operasional landas pacu tetap normal.

"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," jelas Yudistiawan menambahkan.

Menurutnya, pengawasan terhadap seluruh fasilitas bandara dilakukan 24 jam. Jadi, kalau ada potensi gangguan, area sekitarnya langsung disterilkan dari penumpang dan pekerja. Tujuannya jelas: meminimalisir dampak.

Atap Bandara Soekarno-Hatta jebol akibat hujan deras. Foto: dokumentasi/tangkapan layar

Dampak ke Penerbangan: 12 Pesawat Dialihkan

Nah, soal cuaca ini ternyata dampaknya lumayan. PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan, hujan lebat dengan intensitas tinggi plus potensi windshear tadi siang bikin sejumlah penerbangan terganggu, terutama saat fase pendaratan.

Keselamatan jadi patokan utama. Data dari Airport Operation Control Center (AOCC) mencatat, ada 12 penerbangan yang terpaksa dialihkan ke bandara lain. Itu belum termasuk 14 penerbangan yang melakukan holding, 13 penerbangan go around, dan satu pesawat yang memutuskan kembali ke apron.

Koordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, dan stakeholder terkait terus dilakukan. Tujuannya satu: memastikan operasional tetap aman dan terkendali meski cuaca lagi tidak bersahabat.

Yudistiawan juga berpesan buat calon penumpang. "Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara," tuturnya.

Datang lebih awal ke bandara, katanya, bisa jadi langkah bijak untuk mengantisipasi penyesuaian jadwal yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar