Dengan sistem yang lebih presisi itu, ia yakin jumlah penerima subsidi yang sebenarnya jauh lebih kecil dari angka yang dianggarkan saat ini. Hitung-hitungan internalnya menyebut, dari pagu 8,6 juta penerima, seharusnya cukup 5,4 juta saja jika benar-benar tepat sasaran. Artinya, ada potensi penghematan anggaran yang signifikan.
Di sisi lain, Said juga menyoroti dampak kenaikan harga minyak dunia. Ia geram melihat isu ini selalu berujung pada wacana pemotongan subsidi untuk rakyat kecil.
Pertanyaannya lugas. Menurutnya, justru harga non-subsidi yang patut jadi bahan pembicaraan, bukan malah mengusik bantuan untuk orang miskin.
Ia pun mengimbau semua pihak untuk bersikap lebih tenang dan tidak panik. Kenaikan harga minyak dunia, kata Said, harus disikapi dengan kepala dingin dan perhitungan yang matang, bukan dengan reaksi berlebihan seakan-akan "besok langit akan runtuh".
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan