Di tengah ramainya pembahasan anggaran, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah punya usulan yang cukup mengejutkan. Ia ingin agar penerima subsidi LPG 3 kilogram diverifikasi menggunakan sidik jari atau retina mata. Tujuannya jelas: memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Usulan ini muncul sebagai tanggapan atas wacana pengurangan subsidi BBM yang dinilai membebani APBN. Said, yang juga Ketua DPP PDIP, tegas menyatakan penolakannya.
Begitu kata Said saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin lalu. Menurutnya, masalah utamanya terletak pada distribusi yang selama ini dinilai melenceng.
Lalu, bagaimana caranya? Said menekankan bahwa sekadar mengandalkan data pemerintah saja tidak cukup. Perlu ada mekanisme verifikasi yang lebih ketat dan personal di lapangan.
Artikel Terkait
Pelaku Pemalakan di Purwakarta Tewaskan Pemilik Hajatan, Ditangkap Usai Buron ke Subang
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan