Warga Kampung Sekip Semarang Bertahan di Pengungsian, Janji Relokasi Masih Menggantung

- Senin, 06 April 2026 | 20:30 WIB
Warga Kampung Sekip Semarang Bertahan di Pengungsian, Janji Relokasi Masih Menggantung

Yang membuat hati mereka tak tenang adalah ketidakpastian. Tanah di kampung mereka masih terus bergerak, bahkan makin parah. Jalan depan rumah Suprihati ambles hampir dua meter. Mustahil untuk kembali.

“Tanah geraknya masih terjadi terus. Sekarang malah tambah amblas,”

ungkapnya prihatin.

Ada kabar bahwa pada 16 April nanti mereka harus pindah dari lokasi pengungsian ini. Pemerintah berjanji akan mencarikan tempat tinggal. Tapi bagi Suprihati dan warga lainnya, janji itu masih terasa sangat abstrak.

“Pemerintah janjinya mau dicarikan tempat tinggal. Tapi enggak tahu sih, nanti tunggu tanggal 16 jadinya bagaimana,”

ucapnya dengan nada pasrah yang bercampur harap.

Hari demi hari mereka lalui dalam tenda yang lembap. Menunggu. Berharap. Sambil terus bertanya dalam hati: kapan kehidupan normal mereka benar-benar bisa dimulai lagi?

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar