Meski punya ambisi pribadi, ia menekankan satu hal. "Siapa pun yang lolos nantinya adalah hasil terbaik untuk Merah Putih," katanya. Target utamanya tetap sama: membawa pulang prestasi tertinggi.
Di sisi lain, kontingen Indonesia sudah tiba di Kota Meisan sejak Senin pagi. Menurut jadwal, pertandingan untuk nomor speed akan dimulai Kamis depan.
Pengurus Pusat FPTI memberangkatkan total 16 atlet untuk ajang ini. Mereka semua akan berjuang di China pada 7-12 April. Semua mata tertuju pada turnamen ini, karena ia menjadi gerbang kualifikasi menuju Asian Games September mendatang.
Bagi Rajiah dan kawan-kawan, perjuangan di dinding speed itu bukan cuma soal kecepatan. Tapi tentang sejarah, dedikasi, dan mungkin, satu kesempatan terakhir untuk membayarkan semua keringat untuk merah putih.
Artikel Terkait
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024
Komisi Yudisial Dorong Sanksi terhadap Hakim Bersifat Final dan Mengikat
Gubernur Kalsel Tegaskan Tidak Ada WFH bagi Aparatur