Kondisi RSUD Kota Serang akhirnya mendapat sorotan. Wali Kota Budi Rustandi tak bisa memungkiri, fasilitas di rumah sakit daerah itu dinilainya kurang memadai. Padahal, kalau dilihat sekilas, bangunannya terbilang kokoh dan lebih representatif dibanding banyak faskes lain di wilayah tersebut.
Namun begitu, realitas di dalamnya berbeda. Statusnya sebagai RS tipe C sepertinya belum diimbangi dengan dukungan fasilitas yang memadai. Budi menyayangkan beberapa bagian, terutama ruang operasi, yang terlihat terbengkalai.
"Kita perbaiki dulu fasilitasnya, karena sayang ya," ujar Budi Rustandi, Senin (6/4/2026).
"Padahal rumah sakit kita ini lebih bagus dari yang lain dari segi bangunan. Cuma pendukung pemeliharaan dan fasilitasnya yang kurang."
Karena itu, perbaikan menyeluruh dianggap sebuah keharusan. Tujuannya jelas: mendongkrak akreditasi rumah sakit. Untuk langkah awal, Pemkot Serang bersiap mengucurkan dana. Anggarannya tak main-main, berkisar antara Rp 2 hingga 3 miliar lewat APBD Perubahan tahun 2026.
Di sisi lain, cerita dari pengelola rumah sakit lebih gamblag. Menurut Direktur RSUD Kota Serang, dr. Humaryadi, anggaran untuk pemeliharaan atau maintenance selama ini selalu jeblok. Jauh di bawah kebutuhan standar.
Artikel Terkait
KPK Periksa Istri Bupati Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Proyek Rp 91 Miliar
Dua Warga NTT Diamankan Usai Curi Komodo untuk Dikirim ke Thailand
Driver Taksi Online Positif Sabu Jadi Tersangka Pelecehan Seksual di Jakarta
Pengemudi Taksi Online Ditangkap Usai Pelecehan dan Cekik Penumpang Perempuan