TRITUPOL: GANTI KAPOLRI, MAKZULKAN GIBRAN, ADILI JOKOWI
oleh M Rizal Fadillah
Ada tiga tuntutan politik yang mendesak. Ganti Kapolri, makzulkan Gibran, dan adili Jokowi. Mungkin ini bukan segalanya, tapi inilah titik awal untuk membenahi keadaan. Ketiganya dianggap sebagai sumber masalah yang terus membuat negeri ini ruwet dan penuh masalah tanpa ujung pangkal.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, orang Ambon yang beragama Kristen Protestan, sering disebut sebagai tangan kanan Jokowi. Dia bagian dari lingkaran Solo. Karirnya dekat dengan presiden: dulu ajudannya, lalu Kapolresta Surakarta saat Jokowi masih walikota. Waktu jadi Kabareskrim, terjadi peristiwa memilukan: pembantaian enam anggota Laskar FPI. Polisi terlibat jelas di sini.
Sudah lima tahun dia memegang kendali. Lama sekali. Tanpa prestasi yang benar-benar menonjol, malah penuh kontroversi. Ambil contoh kerusuhan Agustus 2025 yang diduga kuat bagian dari operasi internal kepolisian. Investigasi? Nihil.
Lalu ada ikrar "obor" Ksatria Bhayangkara, pembentukan Tim Transformasi Reformasi, dominasi di Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian, sampai penolakan untuk berada di bawah kementerian. Belum lagi perintah untuk melawan aspirasi rakyat habis-habisan. Semua ini seperti pertanda bahwa Sigit sedang memberontak.
Di sisi lain, tuntutan untuk memakzulkan Gibran juga menguat. Dia disebut "bocil" oleh banyak kalangan. Pencalonannya diwarnai manipulasi dokumen untuk menutupi syarat pendidikan SMA. Rekayasanya berawal dari masa walikota. Pendidikan luar negerinya tidak jelas, ada kongkalikong dengan Kemendikbud, MK, dan KPU. Kemenangannya pun dianggap curang.
Artikel Terkait
Abraham Samad Desak Prabowo Kembalikan 57 Pegawai KPK yang Ditendang Lewat TWK Abal-abal
Kota Anjing di Greenland: Di Balik Gonggongan yang Menjaga Warisan Arktik
Pemulihan Sumatera Terkatung: Saat Birokrasi Mengalahkan Kepedihan
Dari Penolakan ke Dukungan Bersyarat: MUI dan Polemik Diplomasi Indonesia di Forum Perdamaian Trump