Indonet, atau PT Indointernet Tbk, baru saja melakukan aksi korporasi yang cukup signifikan. Perusahaan yang berkode saham EDGE ini kembali menggelontorkan dana segar ke dua anak perusahaannya. Totalnya? Tak tanggung-tanggung, mencapai Rp283 miliar. Langkah ini jelas sejalan dengan ambisi mereka untuk menggarap bisnis data center lebih serius.
Dua entitas yang mendapat suntikan modal itu adalah PT Digital Gayana Ekagrata (DGE1) dan PT Digital Gayana Ekaprana (DGE2). DGE1 dapat Rp38 miliar, sementara DGE2 kebagian porsi lebih besar, yakni Rp245 miliar. Menurut keterangan perusahaan, dana itu akan dialokasikan untuk belanja modal.
Memang, transaksi ini bersifat afiliasi. Indonet menguasai hampir 100 persen saham di kedua perusahaan tersebut. Namun begitu, pihak perseroan memastikan tidak ada benturan kepentingan di sini. Seluruh informasi terkait transaksi diklaim telah diungkapkan secara transparan.
Ini bukan kali pertama Indonet memberi modal ke DGE1. Sebelumnya, tepatnya Oktober 2025 lalu, mereka juga menyetorkan dana sebesar Rp150 miliar. Waktu itu, tujuannya untuk membiayai pembangunan data center pertama mereka, EDGE1, di Jakarta.
Nah, soal EDGE1 sendiri, data center perdananya itu sudah beroperasi sejak diresmikan pada Oktober 2021. Kapasitasnya mencapai 6 megawatt (MW). Lokasinya strategis, di jantung ibu kota.
Gedungnya sendiri cukup megah. Dibangun dengan delapan lantai, lima di antaranya merupakan data hall yang sanggup menampung lebih dari seribu rak server. Sebuah fasilitas yang memang dirancang untuk skala besar.
Kini, fokus Indonet sudah bergeser ke proyek berikutnya: EDGE2. Ekspansi ke data center kedua ini adalah bagian dari strategi jangka panjang mereka. Ambisinya jelas, ingin memperkuat posisi sebagai penyedia infrastruktur digital yang tak hanya andal, tapi juga berkelas dunia.
Langkah bertahap namun pasti. Itulah yang sedang dilakukan Indonet untuk menguasai lanskap bisnis data center di tanah air.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik
BP Tapera Salurkan 77.532 Unit Rumah Subsidi Lewat FLPP hingga Juni 2026, Baru Capai 22,15 Persen dari Target
IHSG Diproyeksikan Tembus Level 6.100 Pekan Depan, Didukung Meredanya Ketegangan Global dan Penguatan Rupiah
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026 Jadi 1,8 Persen Imbas Tekanan Rupiah dan Suku Bunga