Prilly Latuconsina Minta Maaf Usai Status Open to Work Picu Badai Kritik

- Rabu, 04 Februari 2026 | 08:15 WIB
Prilly Latuconsina Minta Maaf Usai Status Open to Work Picu Badai Kritik

Gebrakan Prilly Latuconsina di LinkedIn ternyata berujung ricuh. Figur publik itu baru-baru ini mengaktifkan status ‘Open To Work’ di platform profesional tersebut, sebuah langkah yang justru memicu gelombang kritik tajam dari netizen. Tak butuh waktu lama, amarah itu meluap di media sosial.

Banyak yang menilai, aksi Prilly itu cuma sekadar pembentukan citra. Apalagi, perusahaan pertama yang dia tuju adalah brand pasta gigi sensitif yang memang sudah lama bekerja sama dengannya. Di mata warganet, ini terlihat sangat seperti strategi marketing yang diatur ketimbang pencarian kerja yang tulus.

Menyadari badai komentar negatif yang menerpa, Prilly akhirnya angkat bicara. Lewat sebuah video di Instagram yang diunggah Selasa, 3 Februari 2026, dia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Video itu sendiri, disebut telah ditonton oleh hampir 6 juta pasang mata.

Lantas, apa isi pernyataan lengkapnya?

“Hai semuanya. Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa atau nggak nyaman. Untuk itu, aku ingin menyampaikan klarifikasi ini dengan itikad baik sebagai bentuk tanggung jawabku dalam berkomunikasi,”

Begitu Prilly membuka pernyataannya, seperti dikutip Rabu (4/2/2026). Ia lalu menyampaikan permintaan maaf yang tulus, mengakui bahwa tindakannya telah menimbulkan rasa tidak nyaman dan kesalahpahaman. Menurutnya, ini sama sekali bukan hal yang ingin dia ciptakan.

“Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal, aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati terhadap situasi yang sedang banyak dihadapi orang-orang saat ini. Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang, dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak,”

Nah, soal fitur ‘Open to Work’ itu sendiri, Prilly berusaha menjelaskan. Katanya, dia cuma ingin membuka peluang kolaborasi baru, mencoba merambah industri yang belum pernah disentuhnya. Bukan untuk merebut kesempatan orang lain, tapi lebih sebagai bagian dari proses belajar dan upayanya untuk terus berkembang.

Di sisi lain, ada juga masalah akun LinkedIn-nya yang tiba-tiba hilang. Banyak yang menduga dia sengaja menghapusnya untuk menghindari hujatan. Prilly klarifikasi hal ini.

“(Penyebab hilang) Karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi, dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka dan sekarang dalam proses pemulihan,”

Jadi, itu di luar kendalinya. Di akhir pernyataan, Prilly berjanji untuk tetap fokus pada kerja sama dan kegiatan yang memberi dampak positif. Itu akan jadi prioritas utamanya ke depan.

“Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya,”

Begitulah ungkapan penutupnya. Permintaan maaf sudah disampaikan, meski tentu saja, tanggapan netizen masih terbelah. Ada yang menerima, tak sedikit pula yang masih sangsi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar