Malam itu, di ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang, suasana tiba-tiba berubah mencekam. Sebuah bus PO Haryanto meledak jadi lautan api. Kejadiannya di KM 301 300, tepatnya di Desa Banjarmulya, Pemalang, pada Selasa (3/2) malam. Kabar baiknya, meski bus habis dilalap si jago merah, tak ada satu pun nyawa melayang.
Menurut Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, semua berlangsung cepat sekitar pukul sembilan malam. Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak cepat ke lokasi.
"Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal untuk memadamkan api yang membakar seluruh badan bus,"
ujar Rendy, Rabu (4/2).
Bus itu sebenarnya sedang mengarungi perjalanan jauh, dari Bogor menuju Madura. Ada 32 penumpang di dalamnya. Nah, sang sopir lah yang pertama kali menyadari ada yang tidak beres. Dari ban depan sebelah kanan, kepulan asap dan lidah api tiba-tiba muncul. Refleksnya cepat, dia segera mengamankan semua orang.
"Alhamdulillah sebanyak 32 orang penumpang dan 3 orang kru bus dalam keadaan selamat, tidak ada korban baik luka-luka maupun korban jiwa,"
sebut dia lega.
Tapi, bencana ternyata belum usai. Begitu bus menepi dan semua penumpang sudah berada di tempat aman, api justru membesar dengan dahsyat. Dalam sekejap, seluruh badan bus jadi sasarannya. Butuh waktu sekitar satu jam bagi petugas untuk akhirnya bisa mengendalikan situasi.
"Api berhasil dipadamkan sekitar 1 jam kemudian, dengan kondisi seluruh badan bus habis terbakar,"
imbuh Rendy.
Melihat kejadian seperti ini, polisi memang harus bertindak. Kata Rendy, mereka bakal lebih gencar lagi melakukan ramp check atau pemeriksaan mendadak terhadap bus. Tujuannya jelas: supaya keselamatan penumpang lebih terjamin dan kecelakaan bisa dicegah.
"Dalam gelaran Operasi Keselamatan Candi yang masih berlangsung saat ini, ramp check dilakukan tidak hanya pada administrasi kendaraan. Namun juga terhadap beberapa komponen kendaraan, seperti fungsi rem, lampu-lampu, kondisi ban, sabuk pengaman, hingga komponen darurat meliputi pintu darurat dan pemadam api,"
kata Rendy tegas.
Jadi, intinya, pemeriksaan nggak cuma soal surat-surat lagi. Mereka bakal meneliti lebih detail, memastikan setiap bagian bus layak untuk dipakai berjalan jauh. Semoga saja, langkah ini bisa mencegah terulangnya kejadian mencekam seperti di tol Pemalang itu.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan