Akumulasinya? Kerusakan yang merambat ke mana-mana. Cat mengelupas di sana-sini, plafon bocor, dan masalah lain yang menggerogoti kualitas bangunan.
"Di gedung terpadu, gedung IGD, dan gedung rawat inap empat lantai mengalami kerusakan," bebernya.
Gedung rawat inap yang dibangun tahun 2017 itu disebutnya yang paling parah. Padahal, kapasitasnya mencapai 100 tempat tidur. Kerusakan fisiknya butuh penanganan serius dan cepat.
Belum lagi soal ruang kosong. Humaryadi menerangkan, lantai 3 rumah sakit itu masih mangkrak sejak awal berdiri. Rencananya, area luas itu akan dijadikan ruang operasi yang representatif. Hanya saja, realisasinya butuh pendanaan besar, yang baru bisa dianggarkan lewat APBD Murni 2027.
Meski penuh tantangan, ada secercah harapan. Humaryadi mengaku bersyukur. Baru di era kepemimpinan Budi Rustandi ini, RSUD Kota Serang mendapat perhatian dan intervensi penuh dari pemda. Sebuah langkah awal yang dinantikan banyak pihak.
Artikel Terkait
KPK Periksa Istri Bupati Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Proyek Rp 91 Miliar
Dua Warga NTT Diamankan Usai Curi Komodo untuk Dikirim ke Thailand
Driver Taksi Online Positif Sabu Jadi Tersangka Pelecehan Seksual di Jakarta
Pengemudi Taksi Online Ditangkap Usai Pelecehan dan Cekik Penumpang Perempuan