Beban Bunga Rp599 Triliun Ancam Ruang Gerak Fiskal Pemerintah

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:20 WIB
Beban Bunga Rp599 Triliun Ancam Ruang Gerak Fiskal Pemerintah

Anggaran untuk membayar bunga utang negara bakal makin membebani keuangan kita di tahun 2026. Pemerintah harus menyiapkan dana hingga Rp599,44 triliun. Angka itu naik 8,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp552,1 triliun. Lonjakan ini, yang didominasi bunga utang dalam negeri, jelas menambah tekanan serius pada ruang fiskal APBN.

Menurut M Rizal Taufikurahman dari Indef, situasi ini bukan datang tiba-tiba. Ia bilang, beban yang membesar ini adalah akumulasi dari kebijakan pembiayaan yang terlalu bergantung pada pasar. Ditambah lagi, ada efek kenaikan suku bunga global pasca-pengetatan moneter di negara-negara maju.

Tekanan itu makin berat karena lonjakan utang di masa pandemi 2020–2021. Waktu itu, defisit APBN melebar sampai di atas 6 persen terhadap PDB. Nah, utang yang ditarik agresif di periode itu sekarang mulai jatuh tempo. Masalahnya, kita harus membayarnya dengan tingkat bunga yang lebih tinggi.

Memang, rasio utang Indonesia masih terlihat aman, berkisar 39–40 persen terhadap PDB. Tapi Rizal mengingatkan, angka itu tak cukup untuk menggambarkan risiko sebenarnya. Fokusnya harus pada beban bunga terhadap pendapatan negara yang terus merangkak naik.


Halaman:

Komentar