Beban Bunga Rp599 Triliun Ancam Ruang Gerak Fiskal Pemerintah

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:20 WIB
Beban Bunga Rp599 Triliun Ancam Ruang Gerak Fiskal Pemerintah

Akibatnya jelas. Beban bunga yang membengkak langsung menggerus anggaran untuk pembangunan dan perlindungan sosial. Setiap kenaikan sedikit saja, kemampuan pemerintah membiayai program prioritas jadi makin terbatas.

Di sisi lain, situasi ini mendorong desakan agar pemerintah mengevaluasi proyek-proyek besar yang menghabiskan banyak anggaran. Ekonom UNS Solo, Lukman Hakim, menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu ditinjau ulang. Apalagi di tengah tekanan utang dan bunga yang kian berat seperti sekarang.

Lukman melihat, indikator debt service ratio dan debt income ratio menunjukkan tren peningkatan. Artinya, kewajiban utang makin menekan kapasitas fiskal negara. Dalam kondisi seperti ini, proyek yang dampak ekonominya tidak langsung dinilai berisiko. Bisa-bisa malah mempersempit ruang gerak pemerintah.

Pada akhirnya, tanpa penyesuaian kebijakan fiskal dan evaluasi belanja yang ketat, beban bunga utang berpotensi terus membesar. Jika itu terjadi, fungsi APBN sebagai motor pembangunan dan penstabil ekonomi bisa terancam. Situasinya memang perlu diwaspadai.


Halaman:

Komentar