Menteri Fadli Zon Dukung Pelatihan 1.000 Penari untuk Program Genjring Party GEMA SADHANA

- Selasa, 24 Februari 2026 | 11:05 WIB
Menteri Fadli Zon Dukung Pelatihan 1.000 Penari untuk Program Genjring Party GEMA SADHANA

Di kantornya yang terletak di Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menyambut tamu dari DPP Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara, atau GEMA SADHANA. Pertemuan itu berlangsung cukup hangat. Fadli sendiri menyampaikan apresiasinya pada inisiatif kelompok tersebut, terutama rencana besar mereka untuk melatih seribu penari dalam program 'Genjring Party'. Ia melihat langkah itu sebagai upaya konkret melestarikan ekspresi budaya.

Rencananya, pelatihan massal yang melibatkan sanggar-sanggar tari se-Jabodetabek itu akan digelar pada 28 Februari 2026 mendatang. Lokasinya di Kuil Murugan, yang juga dikenal sebagai Shri Sanathana Dharma Aalayam. Menurut Fadli, kegiatan semacam ini punya dampak ganda: bukan cuma memotivasi para penari dan musisi, tapi juga mengangkat apresiasi publik terhadap karya mereka.

“Sesuai Pasal 32 ayat 1 UUD 1945, bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, kita punya kewajiban,”

tegas Fadli dalam sebuah keterangan tertulis yang dikeluarkan Selasa lalu. Ia menegaskan, urusan memajukan kebudayaan ini sebenarnya tanggung jawab bersama. Bukan cuma pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat.

Harapannya sih sederhana: makin banyak aktivasi budaya, dari seni rupa sampai pertunjukan, yang bisa tumbuh dan berkembang.

Pendapat serupa datang dari Yayuk Sri Budi Rahayu, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual. Menurutnya, urusan pelestarian, pemanfaatan, sampai pewarisan budaya memang harus jadi gerakan kolektif. Pemerintah punya peran, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tak akan maksimal.

Di sisi lain, Ketua Umum DPP Gema Sadhana, A.S. Kobalen, mengaku tersentuh dengan sambutan hangat dari kementerian. Ia menekankan satu hal yang krusial: regenerasi penari.

“Kami ingin memberi motivasi bahwa sanggar-sanggar ini tidak sendiri. Sanggar ini bisa kita bina dan bisa kita lestarikan,”

ujar Kobalen. Intinya, mereka ingin para pelaku seni merasa punya dukungan.

Antusiasme itu sendiri ternyata sudah terasa di lapangan. Ratu, salah satu perwakilan pimpinan sanggar, menuturkan bahwa respons terhadap rencana pelatihan Genjring Party luar biasa tinggi. Bagi mereka, ini lebih dari sekadar pertunjukan biasa. Ini adalah bentuk apresiasi dan sekaligus upaya nyata menjaga agar seni tari tetap hidup dan diteruskan ke generasi berikutnya.

Sebagai catatan, GEMA SADHANA sudah berkiprah sejak 2011. Organisasi ini memperjuangkan hak dan aspirasi umat Hindu, Buddha, Konghucu, serta penganut Kepercayaan. Misinya jelas: meningkatkan nilai kebangsaan dalam bingkai keberagaman, salah satunya lewat aktivasi budaya di berbagai penjuru Nusantara.

Pertemuan audiensi itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat penting kementerian. Tampak hadir antara lain Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Irini Dewi Wanti, serta beberapa staf ahli dan staf khusus menteri. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu budaya ini ditangani secara serius dan melibatkan banyak pihak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar