Jelas Suharyanto. Skalanya memang tidak masif untuk permukiman, tapi tetap perlu penanganan serius.
Yang menarik, dia menegaskan soal anggaran. Nampaknya, pemerintah pusat tak mau lagi bertele-tele dengan birokrasi anggaran yang kaku saat bencana melanda.
tegasnya. Prioritasnya jelas: mengembalikan fungsi fasilitas publik dan aset warga secepat mungkin. Sinergi antara pusat, provinsi, dan daerah disebutkannya sebagai kunci utama.
Menutup kunjungan, harapannya sederhana tapi mendasar: agar fase pemulihan di Sulut bisa berjalan cepat. Aktivitas sosial, terlebih ibadah jelang Paskah, diharapkan kembali normal. Suharyanto juga mengajak semua pihak untuk tetap waspada. Dan tentu, berdoa agar frekuensi bencana di tanah air bisa berkurang di masa-masa mendatang.
Artikel Terkait
Hujan Deras Tiga Jam Picu Longsor dan Angin Kencang di Tulungagung
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS