Di Bekasi, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, memberikan penjelasan terkini soal kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang mencuat dari pemusatan latihan nasional cabang olahraga tersebut. Situasinya masih berkembang, dan menurut Yenny, tim pencari fakta internal federasi masih terus bekerja mengumpulkan data.
“Perkembangan terbaru saat ini, tim pencari fakta internal FPTI sendiri tetap bekerja, sedang bekerja,” ujar Yenny dalam konferensi pers, Jumat.
Dia mengungkapkan sebuah kendala: terduga pelaku sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan internal. “Sudah dua kali dan dua kali terduga pelaku tidak mendatangi pemeriksaan internal oleh tim pencari fakta dengan berbagai macam alasan, ya,” tambahnya.
Namun begitu, Yenny memisahkan urusan internal dengan proses hukum yang sudah berjalan. Untuk perkembangan di jalur resmi kepolisian, dia memilih tak banyak berkomentar. Itu, kata dia, sepenuhnya wewenang Bareskrim.
Artikel Terkait
Hujan Deras Tiga Jam Picu Longsor dan Angin Kencang di Tulungagung
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS