Di lokasi, petugas hanya mendapati kondektur bus dalam keadaan luka. Ia kini masih terbaring di rumah sakit, bersama puluhan penumpang lain yang menjadi korban. Kondisi mereka beragam, ada yang ringan, ada yang cukup serius.
Korban-korban luka itu sendiri tersebar di beberapa rumah sakit: RS Al Azis, RS Islam Jombang, dan tak ketinggalan RSUD Jombang. Jumlah pastinya masih bisa berubah. “Untuk perkembangan korban yang sempat kami catat sampai saat ini 34 yang luka. Mungkin nanti ada perubahan, masih terus kita selidiki,”
tambah Samsul Arifin. Proses pendataan memang masih berlangsung, sehingga angka korban bisa saja bertambah.
Sementara itu, bus yang hancur itu sudah dipindahkan ke kantor Polisi Jalan Raya. Di sana, pemeriksaan mendetail akan dilakukan. Tim dari Polres Jombang, Polda Jatim, dan Dishub setempat akan menguliti setiap bagian kendaraan untuk mencari petunjuk. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah faktor kelelahan, kesalahan teknis, atau hal lain? Semua masih tanda tanya.
Hilangnya sopir ini tentu saja memperumit penyelidikan. Polisi belum bisa menyimpulkan banyak hal sebelum menemukan orang yang mengendalikan bus itu malam itu. Masyarakat pun diimbau untuk membantu jika ada informasi. Langkah selanjutnya? Tunggu saja perkembangan dari pihak berwajib.
Artikel Terkait
Gotong Royong Warga dan Donasi Perantau Pacu Pemulihan Pasca Bencana di Pidie Jaya
Pemerintah Terapkan WFH Jumat untuk ASN, Pakar Soroti Manfaat Penghematan Energi
Jokowi Tak Mau Berspekulasi Soal Isu Ijazah Palsu, Serahkan ke Proses Hukum
Pengemudi Ojol Tewas Tertabrak Truk Dump di Jalan Raya Sulawesi, Jakarta Utara