Di kediamannya yang tenang di kawasan Solo, Jokowi akhirnya angkat bicara. Isunya panas: keterlibatan sejumlah nama besar seperti Puan Maharani, AHY, hingga Habib Rizieq Shihab dalam skandal ijazah palsu yang sudah lama mengikutinya. Presiden ketujuh RI itu tampaknya tak ingin terjebak dalam hiruk-pikuk spekulasi.
"Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapa pun," tegasnya, Jumat lalu.
Lalu ia menambahkan, dengan nada yang lebih kalem, "Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya."
Pernyataannya itu disampaikan di rumahnya di Jalan Kutai Utara, Solo. Saat wartawan menyinggung soal kabar bahwa spekulasi itu diduga berasal dari Rismon Sianipar salah satu tersangka yang kini mengajukan restorative justice Jokowi memilih diam. Tanggapannya singkat sekali.
"Ya, tanyakan ke dia," ucap Jokowi, menutup pintu untuk berkomentar lebih jauh.
Memang, isu ini kembali mencuat berkat sebuah video di kanal YouTube 'Dibikin Channel' pada 22 Maret lalu. Dalam video itu, disebut-sebutlah tiga nama tadi punya keterkaitan dengan penyebaran isu ijazah palsu sang presiden.
Artikel Terkait
Dosen Laporkan Mahasiswa ke Polisi Diduga Rekam di Toilet Kampus
Analisis: Daya Tarik K-Pop Terletak pada Energi Tinggi dan Koreografi Kompleks
Lebih dari 2.600 Personel Amankan Ibadah Jumat Agung di 404 Gereja Sumsel
BMKG Kalteng Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin dan Petir Sepekan ke Depan