"Keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah ataupun ke depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia 2 (dua) tahun,"
Begitu bunyi kelanjutan surat edaran tersebut, yang dikutip pada Kamis (2/4/2026).
PDIP menilai pengorbanan para prajurit itu bukan hal sepele. Mereka menyebutnya sebagai perisai bangsa, sebuah perwujudan nyata dari amanat konstitusi UUD 1945. Penghormatan mereka sampaikan setinggi-tingginya.
Surat itu juga menyinggung prestasi panjang Indonesia di panggung perdamaian dunia. Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda disebutnya sebagai mahkota diplomasi. Buktinya, bangsa ini tak cuma bicara soal perdamaian, tapi juga rela berkorban nyata untuk mewujudkannya di bawah bendera PBB. Sebuah pengorbanan yang, sekali lagi, dibayar dengan harga yang sangat mahal.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen