Remaja 17 Tahun Tewas Bunuh Diri di Dompu Diduga Akibat Depresi

- Kamis, 06 November 2025 | 03:00 WIB
Remaja 17 Tahun Tewas Bunuh Diri di Dompu Diduga Akibat Depresi
Remaja 17 Tahun Tewas Tergantung di Dapur Dompu, Diduga Depresi

Remaja 17 Tahun Tewas Tergantung di Dapur Dompu, Diduga Depresi

Seorang remaja laki-laki berinisial YN (17) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa tragis ini terjadi di Kecamatan Manggelewa pada Rabu, 5 November 2025.

Petugas Polsek Manggelewa bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Dompu langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka mengamankan TKP dengan garis polisi dan melakukan proses identifikasi secara menyeluruh untuk mengungkap kasus kematian remaja di Dompu ini.

Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Meski begitu, penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui latar belakang kejadiannya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diketahui merupakan pribadi yang tertutup, jarang berkomunikasi dengan orang tua, dan sering menyendiri. "Keterangan saksi menyebut korban ini cenderung tertutup dan memiliki perilaku tidak stabil. Ada dugaan dia mengalami tekanan mental atau depresi," ujar Iptu I Nyoman Suardika.

Peristiwa meninggalnya remaja di Dompu ini pertama kali diketahui oleh Yuliana (40), seorang kerabat tempat YN sering menginap. Yuliana mengaku hendak membangunkan YN sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah panggilannya tidak direspons, ia menuju dapur dan terkejut menemukan YN sudah tergantung dengan tali dalam kondisi tidak bernyawa.

Keluarga korban telah menerima musibah ini dan telah membuat surat pernyataan resmi. Jenazah YN telah dimakamkan di TPU Desa Tekasire. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif.

Peringatan: Konten berita ini menyinggung topik bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa profesional atau 119 (Extensi 8) untuk bantuan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar