Wall Street akhirnya menunjukkan napas lega di awal sesi Jumat. Setelah seminggu penuh tekanan, terutama dari sektor teknologi, seluruh indeks utama bergerak naik. Dow Jones melesat 0,8 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq juga mencatatkan kenaikan masing-masing 0,5 dan 0,4 persen. Pemulihan ini seperti angin segar setelah penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.
Namun begitu, optimisme ini masih terasa hati-hati. Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq diprediksi masih akan menutup pekan di zona merah. Mereka bahkan sempat tergelincir ke level terendah sepanjang tahun 2026. Jadi, meski pagi ini hijau, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.
Lalu, apa yang mendorong rebound ini? Tampaknya pasar mencerna kembali komentar dari sejumlah CEO dan analis teknologi besar. Mereka berusaha meredam kekhawatiran bahwa kehadiran alat-alat AI baru akan langsung mengubur teknologi lama. Harapannya, pekan ini bisa ditutup dengan sedikit pemulihan.
Di sisi lain, berita buruk masih datang dari beberapa emiten. Amazon, misalnya, tercatat anjlok 8 persen. Laporan pendapatannya mengungkap rencana pengeluaran besar-besaran hingga USD 200 miliar di tahun 2026, sementara perkiraan pendapatan operasionalnya justru meleset dari proyeksi. Ini jelas membuat investor khawatir.
Bukan cuma Amazon. Gambaran suram juga datang dari lantai bursa otomotif.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja
Wall Street Menguat Didorong Pernyataan Trump Soal Iran, Teheran Bantah Klaim Kontak
TOWR Catat Laba Bersih Rp3,68 Triliun di 2025, Tumbuh 10,3%
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026