Suasana di Kantor Kemenkeu Jumat lalu memang terasa lain. Bukan cuma soal pelantikan pejabat pajak biasa. Di hadapan para eselon I dan awak media, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru punya pengumuman penting: memperkenalkan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan yang baru.
Latar belakang Juda yang sebelumnya Deputi Gubernur BI ini jelas bukan kebetulan. Purbaya menegaskan, ini langkah strategis. Di tengah gejolak pasar global yang makin tak menentu, pemerintah butuh menyatukan kekuatan fiskal dan moneter. “Alhamdulillah hari ini spesial,” ujar Purbaya, membuka sambutannya.
“Bukan cuma pelantikan, tapi sekaligus menyambut Pak Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan yang baru. Welcome to Juanda, Pak Juda.”
Menurutnya, kehadiran Juda bukan sekadar isi posisi kosong. Ini desain besar. Tujuannya satu: memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia berjalan lebih sinkron. Hal ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan, tentu saja, kepercayaan investor.
“Pak Juda bukan orang baru dalam kebijakan ekonomi,” jelas Purbaya.
“Beliau lama menjaga stabilitas moneter, menjaga inflasi dan nilai tukar, dan lain-lain kerjanya banyak. Hadirin, Pak Juda tentunya akan memperkuat perspektif kita serta koordinasi di sektor keuangan. Itu makanya ada switch ya pak ya? Supaya kita dengan BI semakin dekat.”
Artikel Terkait
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan
Korlantas Berlakukan Sistem Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Mulai 24 Maret
Dua Pilot Tewas, Puluhan Luka dalam Kecelakaan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di Bandara LaGuardia