Suasana pelantikan 40 pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, Jumat lalu, tiba-tiba berubah tegang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak banyak basa-basi. Ia langsung menyorongkan peringatan keras, dan sorotannya tajam ke arah kasus korupsi yang baru-baru ini menggegerkan.
Dengan nada geram, Purbaya secara blak-blakan menyentil Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat oknum Bea Cukai. Yang membuatnya kesal adalah modus para tersangka. Mereka sampai menyewa safe house khusus, sebuah rumah aman, hanya untuk menimbun uang dan emas hasil suap. "Artinya ada sebagian pegawai kita yang belum menjalankan pekerjaannya dengan baik dan lurus," tegasnya.
"Masih ada yang terima uang tuh, ada safe house katanya, ada uang sekian, ada emas tiga kilo dan lain-lain. Artinya kita masih belum bersih."
Menurutnya, rangkaian mutasi jabatan yang digulirkan sejak pekan lalu bukan sekadar rotasi biasa. Itu adalah langkah paksa, upaya terstruktur untuk menyelamatkan nama baik Kemenkeu yang terus tercoreng. Ia menyadari betul, masalahnya sistemik. Kasus serupa muncul berulang, di Kalimantan maupun di pusat, menunjukkan celah yang sama sekali belum tertutup.
"Ke depan teman-teman harus memperbaiki image bea cukai dan pajak," seru Purbaya. Ia lalu mengingatkan, "Yang pajak kan kena di Kalimantan, Bea Cukai di sini. Ini terjadi berkali-kali. Kalau kita enggak hati-hati akan terjadi terus."
Di sisi lain, Menkeu ini juga menegaskan prinsip tanggung jawab berjenjang. Bagi Purbaya, alasan klasik atasan yang mengaku tidak tahu menahu soal ulah bawahannya sama sekali tak bisa diterima. Kegagalan pengawasan di level mana pun, ujung-ujungnya akan merusak kredibilitas pimpinan puncak.
"Enggak bisa lagi kita bilang 'oh itu di bawah saya terlalu jauh'. Anda harus mengawasi itu. Karena pada akhirnya kalau begini terus, dirjen-dirjen dan saya juga kena, enggak bisa lari. Tapi sekarang kita coba perbaiki secepatnya."
Pesan terakhirnya jelas: semua harus bertanggung jawab. Tak ada ruang untuk lari dari kewajiban mengawasi. Nada suaranya tegas, penuh tekad, sekaligus mengisyaratkan desakan untuk segera berbenah.
Artikel Terkait
Lebih dari 430 Ribu Agen BRILink Mekaar Bawa Layanan Keuangan ke Akar Rumput
Menteri Keuangan Perkenalkan Mantan Deputi Gubernur BI sebagai Wakil Menteri Baru untuk Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter
MNC Finance Gelar Durian Vaganza untuk Pererat Relasi dengan Rekanan
Menteri Keuangan Lantik 43 Pejabat Baru, Mayoritas di Direktorat Jenderal Pajak