MURIANETWORK.COM - Kasus dugaan pembayaran tidak wajar Barcelona kepada mantan wakil ketua Komite Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira, kembali memanas seiring proses hukum yang berjalan. Mantan Presiden Barcelona periode 2000-2003, Joan Gaspart, baru-baru ini memberikan kesaksian di pengadilan. Dalam pernyataannya di luar ruang sidang, Gaspart dengan tegas membantah semua tuduhan dan menyebut Real Madrid sebagai pihak yang dinilainya merusak sepak bola dengan memperbesar skandal ini.
Bantahan Tegas di Hadapan Hakim
Usai menjalani pemeriksaan, Gaspart tampil di depan awak media. Ekspresinya serius, ia langsung menyasar inti persoalan. Menurutnya, tuduhan bahwa Barcelona membeli wasit adalah sebuah kebohongan besar.
"Saya pikir mereka, tanpa sengaja, telah melakukan banyak kerusakan pada sepak bola. Bukan lagi pada Barça, tetapi pada sepak bola," ungkapnya, menyiratkan dampak luas dari kasus ini terhadap integritas olahraga.
Ia menjelaskan bahwa dalam kesaksiannya di pengadilan, ia berulang kali menegaskan hal yang sama. "Itu bohong. Dan saya telah mengulangi kata bohong sebanyak 33 kali. Barcelona tidak pernah, baik pada masa saya menjabat sebagai wakil presiden maupun presiden, membeli wasit. [Di bawah] Laporta, Bartomeu, Rosell, dan semua eksekutif Barça," tegas Gaspart dengan nada tinggi.
Marah Atas Tuduhan yang Dianggap Mustahil
Semakin ditanya, emosi Gaspart semakin terlihat. Ia merasa klub yang dicintainya difitnah secara keji. "Salah jika Barça dituduh melakukan pelanggaran hukum. Membayar seseorang untuk menyuruh wasit membayar komisi agar memenangkan pertandingan untuk Barcelona saya adalah kebohongan, dan jika itu kebohongan, maka itu tetap kebohongan," bantahnya lagi.
Pertanyaan jurnalis yang menanyakan ulang kemungkinan transaksi ilegal semasa kepemimpinannya justru memantik respons lebih keras. "Barça tidak pernah, sejak Bapak Gamper mendirikannya, sampai saya meninggal, karena setelah itu saya tidak akan berada di sana dan saya tidak akan dapat mengatakan, melakukan pelanggaran hukum," tuturnya dengan nada geram.
"Dan membeli wasit untuk memihak Anda adalah ilegal. Saya tidak mengerti mengapa mereka ingin orang-orang mempercayai itu," lanjutnya, menggambarkan rasa frustrasinya.
Argumen tentang Realitas Dunia Sepak Bola
Gaspart juga mencoba memberikan perspektif lain. Ia berargumen bahwa korupsi sistematis di sepak bola tingkat elite adalah hal yang sulit dibayangkan, mengingat emosi tinggi yang selalu menyertai setiap pertandingan.
"Apakah Anda pikir, dengan orang-orang yang meninggal karena serangan jantung akibat penderitaan di lapangan, bayangkan jika mereka tahu bahwa sepak bola itu korup…? Tolonglah," ujarnya retoris.
Dengan nada sarkastik, ia menambahkan, "Saya, presiden Barcelona, akankah saya meninggalkan Barça ketika mereka mengambil sapu tangan saya? Saya akan menjadi idiot jika saya bisa membeli pertandingan. Anda harus menjadi bodoh." Pernyataan ini menegaskan keyakinannya bahwa praktik semacam itu tidak logis untuk dilakukan.
Kekhawatiran atas Reputasi yang Tercemar
Di akhir pernyataannya, Gaspart menyoroti dampak reputasi yang sudah mulai meluas. Ia menceritakan pengalamannya yang justru mendapat pertanyaan tentang kasus ini dari luar negeri, menunjukkan betapa isu ini telah mendunia.
"Sungguh kejam apa yang sedang dilakukan, dan bukan hanya terhadap Barcelona. Saya baru saja datang dari Tiongkok dan dia bertanya kepada saya apa yang terjadi, karena mereka tidak membahas detailnya, dan klub tersebut dituduh," ungkapnya prihatin.
Gaspart menutup dengan keyakinan bahwa sepak bola pada dasarnya bersih. "Sepak bola tidak korup, dan mereka akan menuntutnya jika orang-orang memikirkannya," tambahnya, berharap publik dapat melihat persoalan ini dengan lebih jernih. Kesaksiannya menjadi bagian penting dari rangkaian panjang proses hukum yang masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur
PSIS Datangkan 17 Pemain Baru di Tengah Posisi Terjepit Championship