Dua remaja perempuan di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus berurusan dengan polisi. Mereka diduga menganiaya seorang teman hingga babak belur. Yang bikin geleng-geleng, sikap mereka sama sekali tak menunjukkan penyesalan. Bahkan, saat dipanggil ke kantor polisi, mereka malah asyik bikin konten joget untuk diunggah.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi di sebuah area kebun kelapa sawit, pada hari Senin lalu. Korban, yang juga masih remaja, menjadi sasaran amuk kedua pelaku berinisial R dan S itu.
Kepala Desa Harapan, Wendri, mencoba merunut awal mula persoalan.
"Dari informasi yang kami dapat, pemicunya adalah masalah pribadi keluarga. Katanya, ini gara-gara ibu salah satu pelaku dituding selingkuh oleh pihak korban," ujar Wendri.
Tak terima, orang tua korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Panggilan resmi pun keluar, dan pada Selasa siang, kedua remaja itu mendatangi Mapolres Luwu Utara untuk dimintai keterangan.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen