Setelah diinterogasi, SS buka mulut. Rupanya, di tempat kosnya di kawasan Kemayoran masih ada stok lain. Tim pun segera bergerak ke alamat tersebut, sebuah kamar di daerah Bungur Besar Raya.
Hasil penggeledahan di kamar kosnya jauh lebih besar. Kasat Resnarkoba, AKBP Wisnu S. Kuncoro, membeberkan temuan mereka: ada 914 butir ekstasi warna oranye dan 780 butir ekstasi warna cokelat. Total beratnya mencapai ratusan gram. Belum lagi dua bungkus plastik berisi serbuk kafein, alat timbang digital, paper bag batik, dan banyak plastik kemasan.
"Dari hasil penggeledahan ditemukan ekstasi sebanyak 1.694 butir, alat timbang digital, serta barang lain yang berkaitan dengan peredaran narkotika," kata Wisnu.
Dari penyelidikan sementara, peran SS dalam jaringan ini adalah sebagai perantara. Tugasnya menerima, menyimpan, lalu mengirimkan barang haram itu atas perintah seseorang yang masih buron, berinisial T. Semuanya kini diamankan untuk penyidikan lebih mendalam.
Jaringannya sendiri masih terus dibongkar. "Saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat," pungkas pejabat tersebut. Operasi malam di Senen itu baru awal dari sebuah lingkaran kejahatan yang lebih besar.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen