Prabowo Tegaskan: Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu, Bisa Sentuh Kawan Sendiri

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 00:06 WIB
Prabowo Tegaskan: Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu, Bisa Sentuh Kawan Sendiri

Di panggung Istora Senayan yang ramai, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas. Intinya jelas: penegakan hukum harus berjalan tanpa keraguan, berpedoman pada UUD 1945. Bahkan, ia tak menutup kemungkinan bahwa langkah tegas itu bisa menyentuh kalangan terdekat sekalipun.

"Saya merasa semangat merah putih, semangat undang-undang Dasar 45 ada sehingga kita tidak ragu-ragu mungkin, mungkin suatu saat kita harus bertindak dengan tegas, dan mungkin yang kita tindak mungkin kawan-kawan kita sendiri," ujar Prabowo.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam puncak HUT Partai Golkar ke-61, Jumat lalu. Suasana saat itu cukup bergelora.

Namun begitu, Prabowo berusaha meluruskan. Ketegasan yang ia maksud bukanlah soal pamer kekuasaan atau wibawa. Bagi dia, ini murni soal tanggung jawab. Sebagai pemimpin yang disumpah di hadapan rakyat, setiap keputusan harus punya satu ukuran utama: apakah rakyat yang diuntungkan atau justru dirugikan?

"Bagi saya sebagai mandataris rakyat, sebagai yang disumpah di hadapan rakyat saya dengan tim saya, dengan mereka-mereka ya yang memutuskan bergabung bersama saya, bagi kita satu-satunya masalah adalah apakah ini menguntungkan rakyat atau tidak?" katanya tegas.

Pidatonya tak berhenti di situ. Prabowo kemudian menyinggung perilaku sebagian pelaku ekonomi. Menurutnya, masih ada yang suka main-main dengan aturan.

Ia pun menyampaikan imbauan langsung. "Kepada sahabat-sahabat, kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan. Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi," tandasnya.

Pesan itu jelas. Dari penegakan hukum yang tanpa pandang bulu hingga kepatuhan membayar pajak, semuanya ia satukan dalam satu semangat: untuk rakyat. Acara itu pun ditutup dengan gemuruh tepuk tangan, meninggalkan kesan serius sekaligus harapan akan langkah konkret ke depan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar