Gempa utama itu terjadi tepatnya pukul 05.48 WIB. Lokasinya di koordinat 1,25 LU dan 126,27 BT, dengan kedalaman 62 kilometer di bawah laut. Karena kekuatannya dan lokasinya, gempa ini memicu peringatan tsunami.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam jumpa pers virtual menyampaikan kekhawatirannya.
"Gempa ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Statusnya siaga, dengan perkiraan ketinggian 0,5 sampai 3 meter," jelas Fathani.
Hingga berita ini diturunkan, peringatan dini tsunami itu belum dicabut. Situasi masih terus dipantau ketat.
"Saat ini tsunami masih diperkirakan berlangsung. BMKG terus memonitor. Kami akan memberikan konferensi pers lanjutan dengan informasi lebih detail setelah status peringatan berakhir," tambahnya.
Dampak gempa sudah mulai terlihat. Sayangnya, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan. Sejumlah bangunan di wilayah terdampak juga mengalami kerusakan yang bervariasi. Keadaan masih dalam penilaian.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen