Lewat akun X-nya, Dosen Kesayanganmu (@direktoridosen) memberikan penjelasan panjang lebar. Ia mengawali dengan pesan: "CATATAN PENTING: HARAP DIBACA SAMPAI AKHIR, BIAR TIDAK SALAH PAHAM."
Semuanya berawal dari ramainya perbincangan di media sosial. Sejak kemarin, banyak yang membicarakan soal Mas Anies Baswedan yang diikuti oleh sejumlah personel TNI AD tapi mereka pakai baju preman, lho. Situasi ini langsung jadi sorotan.
Nah, menurut si Dosen ini, ada baiknya kita lihat dulu konteksnya secara utuh.
Kehadiran anggota Kodim dan Korem yang berpakaian sipil itu, dalam penjelasannya, seharusnya dipahami sebagai bagian dari skema pengamanan tertutup. Bukan untuk memata-matai atau jadi intel lawan politik, seperti yang mungkin dituduhkan sebagian buzzer. "Buzzer buzzer oposisi baiknya jangan berfikir dangkal," tulisnya.
Dia melihat ini sebagai protokol standar. Sebuah langkah preventif negara untuk menjamin keselamatan tokoh-tokoh penting. Dengan cara ini, acara bisa berjalan lancar tanpa suasana jadi tegang atau terganggu oleh kehadiran aparat dalam seragam.
Artikel Terkait
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas, Selidiki Dugaan Pelanggaran IPO
Kebusukan di Balik Tahta: Ketika Kejahatan Dilembagakan oleh Para Penguasa
Pesan Terakhir Hoegeng: Menolak Makam Pahlawan Demi Bersebelahan dengan Istri
Megawati Kenang Hangatnya Tante Meri, Istri Pendamping Hoegeng yang Berpulang