Dosen Kesayanganmu Buka Suara Soal Pengawalan Anies oleh TNI Berpakaian Sipil

- Selasa, 03 Februari 2026 | 16:20 WIB
Dosen Kesayanganmu Buka Suara Soal Pengawalan Anies oleh TNI Berpakaian Sipil

Lewat akun X-nya, Dosen Kesayanganmu (@direktoridosen) memberikan penjelasan panjang lebar. Ia mengawali dengan pesan: "CATATAN PENTING: HARAP DIBACA SAMPAI AKHIR, BIAR TIDAK SALAH PAHAM."

Semuanya berawal dari ramainya perbincangan di media sosial. Sejak kemarin, banyak yang membicarakan soal Mas Anies Baswedan yang diikuti oleh sejumlah personel TNI AD tapi mereka pakai baju preman, lho. Situasi ini langsung jadi sorotan.

Nah, menurut si Dosen ini, ada baiknya kita lihat dulu konteksnya secara utuh.

Kehadiran anggota Kodim dan Korem yang berpakaian sipil itu, dalam penjelasannya, seharusnya dipahami sebagai bagian dari skema pengamanan tertutup. Bukan untuk memata-matai atau jadi intel lawan politik, seperti yang mungkin dituduhkan sebagian buzzer. "Buzzer buzzer oposisi baiknya jangan berfikir dangkal," tulisnya.

Dia melihat ini sebagai protokol standar. Sebuah langkah preventif negara untuk menjamin keselamatan tokoh-tokoh penting. Dengan cara ini, acara bisa berjalan lancar tanpa suasana jadi tegang atau terganggu oleh kehadiran aparat dalam seragam.

Memakai pakaian preman, menurutnya, justru memungkinkan pengamanan berjalan lebih efektif. Aparat bisa memantau situasi dengan lebih leluasa, mendeteksi dini jika ada ancaman yang mengintai. Tujuannya satu: memastikan keselamatan Anies Baswedan tanpa harus mengganggu jalannya kegiatan itu sendiri.

Di sisi lain, langkah semacam ini dianggap krusial untuk iklim demokrasi. Bagaimana pun, figur publik harus bisa beraktivitas dalam ruang yang aman dan terkendali.

Perlindungan model begini memungkinkan respons yang cepat. Jika ada bahaya entah dari pihak asing, kelompok anarko, atau bahkan ancaman teroris seperti Al Qaeda informasi bisa segera disampaikan ke tokoh yang bersangkutan. Jadi, semuanya lebih terukur.

Penjelasan itu ditutup dengan kalimat khas: "Bismillah Letkol. Tituler 🙏", diikuti deretan emoji senyum. 😀😁😆

Selain utas panjang, akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari cuitan aslinya. Gambarnya menunjukkan untaian penjelasan lengkap yang ia tulis, beserta embed langsung dari Twitter yang memuat percakapan awal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar